Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Terkait Presiden Potong Anggaran Perjalanan Dinas, Ini Solusi PHRI Badung

Presiden Prabowo Subianto akan melakukan pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. Terkait pemotongan anggaran perjalanan dinas sebanyak 50 persen, ini solusi dari PHRI Badung. 

Terkait Presiden Potong Anggaran Perjalanan Dinas, Ini Kata PHRI Badung

TRIBUN-BALI.COM, BADUNGPresiden Prabowo Subianto akan melakukan pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen.

Hal itupun akan berdampak pada hotel dan restoran di Badung, mengingat wilayah Badung kerap digunakan untuk kegiatan pemerintah pusat.

Baca juga: Presiden Prabowo Potong Anggaran Perjalanan Dinas 50 Persen, Hotel di Bali Terancam Sepi

Menyikapi hal itu Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya yang dikonfirmasi Minggu 22 Desember 2024 mengakui jika kebijakan pemerintah pusat itu merupakan ide yang sangat bagus.

Apalagi saat ini pemerintah sedang fokus dengan program mandiri pangan.

“Jadi anggaran itu kemungkinan akan digunakan untuk memberikan kesejahteraan pangan sesuai dengan visi beliau,” ujarnya.

Baca juga: Besaran UMK Badung 2025, Karyawan Hotel Bintang 5 Ikut Kecipratan, Dapat Kebijakan UMSK 1 Persen

Pihaknya mengakui jika anggaran itu dipotong maka akan berpengaruh pada hotel dan restoran yang ada di Badung.

Mengingat sebagian besar kegiatan kementerian dan dirjen di Bali dilaksanakan di Badung Selatan dan Denpasar.

“Tentu semua ini akan berkurang, rapat berapa kali ke Bali, rakor berapa kali. Sehingga ini akan mengurangi pendapatan dari pihak hotel dari segi meeting-nya,” jelasnya.

Baca juga: Tingkat Hunian Kamar Hotel di Denpasar Diharapkan Capai 90 Persen Saat Libur Nataru

Kendati demikian, wisatawan yang berlibur ke Bali masih menjadi sasaran hotel dan restoran di Badung.

Sehingga semua kunjungan itu yang harus ditingkatkan untuk meningkatkan okupansi hotel.

“Kita harus gebyar sekarang untuk mendapatkan meeting-meeting petinggi negara yang datang ke Indonesia khususnya Bali."

"Bali ini kan terkenal dengan tempat meeting di dunia, atau yang kerap digunakan negara lain, artinya event-event yang bertaraf internasional,” bebernya.

Untuk menjadikan Bali sebagai tempat kunjungan yang paling bagus, perlu kiranya pelaku pariwisata untuk memaksimalkan pelayanan.

Selain itu peran pemerintah juga sangat penting dalam melakukan kerja sama dengan tour operator, brand ambassador di luar negeri dan yang lainnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved