Berita Bali

Percepat Proyek MRT Bali, Investor Utama Beli Aset Tanah MNC Bali Resort di Tanah Lot Rp 5,5 T

PT BIP bekerja sama dengan PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) untuk membangun proyek ini dengan nilai investasi 20 miliar dolar AS.

ISTIMEWA
PT Bumi Indah Prima (PT BIP) dan PT MNC Land Tbk (KPIG) telah mencapai kesepakatan untuk melakukan transaksi jual beli aset tanah MNC Bali Resort yang berlokasi di Tanah Lot, Tabanan, Bali. 

Didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Bali, proyek Bali Subway atau MRT ini akan dilaksanakan dalam empat tahap pembangunan yang akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan berbagai titik tujuan wisata utama di Bali.

Bali Subway akan dibangun dalam empat fase:

1. Fase Satu: Bandara I Gusti Ngurah Rai - Kuta Sentral Parkir - Seminyak - Berawa – Cemagi (sepanjang 16 km)

2. Fase Dua: Bandara I Gusti Ngurah Rai - Jimbaran - Unud - Nusa Dua (sepanjang 13.5 km)

3. Fase Tiga: Kuta Sentral Parkir - Sesetan - Renon - Sanur (masih dalam tahap FS)

4. Fase Empat: Renon - Sukawati - Ubud (masih dalam tahap FS)

Pembangunan fase Bandara Ngurah Rai ke Kuta Sentral Parkir ditambah keseluruhan Fase 2 diharapkan dapat selesai pada akhir kuartal kedua tahun 2028.

Sebelumnya PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) bersama PT Bumi Indah Prima (BIP) telah melakukan Upacara Ngeruwak atau peletakan batu pertama sebagai tanda awal dimulainya mega proyek Bali Subway.

Upacara Ngeruwak atau peletakan batu pertama bertempat di Sentral Parkir Kuta, Kuta, Badung, pada Rabu Wage 4 September 2024 pagi.

Peletakan batu pertama dilakukan Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya. 

Megaproyek Bali Subway atau MRT Bali ini bisa dimulai tahun 2025 mendatang. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved