Ulah Pati di Bali
Sepanjang Tahun 2024, Puluhan Warga Karangasem Nekat Akhiri Hidup
Sakit menahun menjadi alasan yang paling banyak menjadi penyebab warga di Karangasem memilih mengakhiri hidup, yakni dengan 16 kasus.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 35 warga di Kabupaten Karangasem nekat melakukan ulah pati.
Angka ini menunjukkan masih tingginya angka bunuh diri di Kabupaten Karangasem, Bali.
Kapolres Karangasem, AKBP Nengah Sadiarta mengatakan, angka ulah pati ini masih cukup tinggi.
Pada tahun 2023 lalu, tercatat angka ulah pati sebanyak 34 warga.
Baca juga: NEKATNYA Wayan Indriani Ulah Pati di Selat Bali, Ditemukan di Buleleng, Tinggalkan Anak di Mobil
Lalu pada tahun 2024, kembali 34 warga di Karangasem nekat akhiri hidup.
"Angka bunuh diri di Kabupaten Karangasem ini cukup tinggi, mencapai 34 kasus. Upaya pencegahan harus dilakukan semua pihak, mulai dari pemerintah, pemuka agama, hingga keluarga untuk mengurangi angka bunuh diri di Karangasem," ujar Kapolres Karangasem, AKBP Nengah Sadiarta, Selasa 31 Desember 2024.
Dari jumlah kasus ulah pati tersebut, dilatarbelakangi oleh beberapa alasan.
Sakit menahun menjadi alasan yang paling banyak menjadi penyebab warga di Karangasem memilih mengakhiri hidup, yakni dengan 16 kasus.
Lalu ada karena faktor ekonomi 7 kasus, depresi 7 kasus, dan faktor asmara 2 kasus.
"Dari data kepolisian, sebagian besar kasus ini dialami pria dengan rentang usia di atas 50 tahun," ungkap Sadiarta.
Menurutnya, relatif tingginya angka bunuh diri di Karangasem, berkolerasi langsung dengan masih rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Karangasem, jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Bali.
IPM menjadi tolak ukur kesejahteraan masyarakat , terdiri dari kesehatan, pengetahuan (pendidikan), hingga kehidupan yang layak (ekonomi).
Sehingga menekan angka bunuh diri, adalah satu upayanya yakni meningkatkan IPM di Kabupaten Karangasem.
"Upaya pencegahan harus dilakukan semua pihak untuk menekan angka bunuh diri ini, mulai dari pemerintah, pemuka agama, hingga keluarga untuk mengurangi angka bunuh diri di Karangasem," jelas Sadiarta. (mit)
Kumpulan Artikel Karangasem
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.