Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi

Disabilitas dan Lansia Mengaku Terbantu Bus Trans Metro Dewata: Naik Ojol Rp65 Ribu Sekali Jalan

Disabilitas dan lanjut usia (lansia) mengaku terbantu dengan adanya bus Trans Metro Dewata (TMD).

|
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Bus Trans Metro Dewata Terminal Ubung, Denpasar, Rabu 1 Januari 2024 - Disabilitas dan Lansia Mengaku Terbantu Bus Trans Metro Dewata: Naik Ojol Rp65 Ribu Sekali Jalan 

Disabilitas dan Lansia Mengaku Terbantu Bus Trans Metro Dewata: Naik Ojol Rp65 Ribu Sekali Jalan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Disabilitas dan lanjut usia (lansia) mengaku terbantu dengan adanya bus Trans Metro Dewata (TMD).

Selain suasananya nyaman dan fasilitas memadai, karena biayanya juga murah.

Hal itu, sangat dirasakan seorang disabilitas yang tinggal di Tohpati Denpasar, Jero Puri.

Baca juga: Bus Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi di Bali, Ratusan Driver dan Operator Terdampak

“Saya yang disabilitas netra dilayani dengan baik. Dan ini juga sangat nyaman serta ongkosnya murah, hanya 2 ribu,” paparnya, Kamis 2 Januari 2025.

Jero Puri menyebut, banyak penyandang disabilitas khususnya netra yang menggunakan bus TMD.

Ia yang kerap ke Ubud untuk melayani massage dan juga ke beberapa kawasan lainnya di Denpasar selalu memanfaatkan bus ini.

Baca juga: Pengguna Bus Trans Metro Ramai Datangi Terminal Ubung Bali, Tak Tahu Bus Sudah Tidak Beroperasi

Bahkan ia sudah naik 5 dari 6 koridor bus ini, hingga ke Mengwi dan Tabanan.

Dirinya juga membandingkan pengeluaran naik TMD dengan naik ojek online.

Saat naik ojek online ke Ubud, ia harus membayar ongkos Rp65 ribu.

Baca juga: Alasan Bus Trans Metro Dewata Resmi Menghentikan Operasi di Tahun 2025, Bukan hanya Anggaran

“Jadi dengan bus ini sangat murah di ongkos. Saya pakai sejak tahun 2020. Sekarang terpaksa naik ojek online ke Ubud,” paparnya.

Sementara seorang lansia, Budi Kurnia (75) juga merasa nyaman naik bus ini.

Setiap hari ia naik bus ini PP dari Denpasar ke Tabanan bersama anak istrinya.

Hal ini dikarenakan dirinya memiliki toko di Tabanan dan ia ikut mengelolanya.

“Saya sangat keberatan kalau ditutup, pagi sore saya pakai bus ini. Saya ada toko di Tabanan. Selain itu, sebulan tiga kali juga saya ke Ubud. Biayanya murah. Saya butuh sekali,” paparnya.

Budi Kurnia mengaku telah menggunakan bus ini sejak masih uji coba alias masih gratis.

Dengan dihentikannya operasional TMD, kini ia ke Tabanan naik sepeda motor.

“Sekarang terpaksa naik motor. Saya harap dikembalikan lagi,” kata pria yang tinggal di Banjar Buagan Denpasar ini. (*)

 

Berita lainnya di Bus Trans Metro Dewata

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved