Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi
Meski Tak Beroperasi di Bali, Sopir dan Staf Trans Metro Dewata Tetap Digaji untuk Januari 2025
Edi Dharmaputra mengatakan, selama ini operasional bus tersebut dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Per 1 Januari 2025, bus Trans Metro Dewata (TMD) resmi menghentikan operasionalnya.
Dan saat ini, 105 bus tersebut hanya nangkring di Terminal Ubung Denpasar, Bali.
Meski begitu, seluruh staf dan sopir TMD masih digaji sampai bulan Januari 2025.
Di mana manajemen TMD memutuskan untuk tidak melakukan PHK kepada staf dengan alasan menjadi tulang punggung keluarga.
Baca juga: SEDIH TMD Setop Beroperasi, Hendra & Suniartika Ingat Kenangan Saat Naik Bus Trans Metro Dewata
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Organda Bali yang juga Direktur PT Satria Trans Jaya (operator bus Trans Metro Dewata), Ketut Edi Dharmaputra saat diwawancarai di Terminal Ubung dalam acara Gerakan Sosial Kembalikan Operasional Layanan TMD di Bali, Kamis 2 Januari 2024.
Edi Dharmaputra mengatakan, selama ini operasional bus tersebut dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN.
Dan sudah ada nota kesepakatan dari Dirjen Perhubungan Darat dengan Provinsi Bali pada 6 Desember 2019 yang berakhir tahun 2024.
Di mana isi nota kesepakatan tersebut, setelah lima tahun, tepatnya tahun 2025 pengelolaan bus tersebut dialihkan ke pemerintah daerah.
“Ternyata terjadi mis komunikasi, semestinya Pemda harus sudah siap. Di sini, pemerintah daerah baru menyiapkan per Juli 2025 untuk satu koridor saja,” paparnya.
Dikarenakan tak adanya pembiayaan pusat, maka per 1 Januari 2025 operasionalnya dihentikan.
Untuk saat ini, operator masih menunggu deal antara Pemprov Bali dengan pusat terkait kelanjutan operasionalnya.
“Semestinya Pemda sudah siap, karena sudah sejak 4 tahun lalu di-warning. Kami berharap dengan koordinasi intens dari pemprov Bali dengan kementerian, dalam waktu dekat bisa dioperasikan lagi,” imbuhnya.
Dharmaputra pun mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Pj Gubernur Bali, dan Pj pun sudah bersurat ke pusat.
“Dan saya kira Gubernur baru, Pak Koster kelihatannya dari statemen beliau juga mendukung Trans Metro Dewata,” paparnya.
Sementara itu, nasib staf dan sopir TMD, sampai saat ini manajemen tidak melakukan PHK.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.