Berita Badung

Sampah di Pantai Badung Jadi Sorotan, Bupati Giri Prasta: Dulu Sampah Datang Diucap Terima Kasih

Sampah di Pantai Badung Jadi Sorotan, Bupati Giri Prasta: Dulu Sampah Datang Diucap Terima Kasih

ISTIMEWA
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengisahkan, jika sampah Angin Barat yang menepi di pesisir pantai ada sejarahnya. Bahkan dulu masyarakat berterima kasih akan adanya sampah jenis kayu yang menepi. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Banyaknya sampah yang menepi di sepanjang pantai di Badung terjadi setiap tahun.

Bahkan dalam membersihkan sampah itu, pemerintah Kabupaten Badung sampai menurunkan ratusan petugas kebersihan termasuk juga alat berat.

Kendati demikian, diluar dari pada itu ternyata sampah angin barat yang terjadi sebelumnya menjadi berkah oleh masyarakat setempat.

Baca juga: 1.000 Driver Pariwisata Bakal Geruduk Kantor DPRD Bali, Buntut Marak Ojol Non DK

sampah itu pun sebelumnya dimanfaatkan dengan baik untuk melangsungkan hidup masyarakat di wilayah Badung selatan.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menceritakan jika sampah Angin Barat yang menepi di pesisir pantai ada sejarahnya. Bahkan dulu masyarakat berterima kasih akan adanya sampah jenis kayu yang menepi.

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Akan Tutup 306 TPA di Indonesia, Termasuk TPA Suwung

“Dulu saat sampah itu menepi, diucapkan terimakasih pada leluhur kami terutama leluhur kami yang berada di bentangan pantai di Badung. Kebetulan saya juga punya orang tua di Nusa Dua,” ujarnya saat ditemui Jumat 3 Januari 2025.

 

Bupati Dua Periode itu menceritakan dulu masyarakat di Desa Legian, Seminya dan yang lain tidak punya kayu bakar, sehingga itu yang digunakan memasak. Pada zaman itu katanya belum ada listrik, termasuk juga alat penanak nasi dan kompor gas.

 

“Dulu sampah kayu itu sampai diisi tanda, yang kita kenal di Bali dengan istilah sawen. Jadi kayu itu dikumpulkan dan digunakan untuk memasak. Sehingga sampah-sampah itu menjadi sumber kehidupan,” bebernya.

 

Pihaknya pun harus berterimakasih, pada jaman itu leluhurnya bias hidup hingga saat ini ada generasi-generasi di Kabupaten Badung, termasuk dirinya. Kendati demikian, saat ini memang menjadi masalah, namun pihaknya mengaku sudah mencarikan solusi dalam penanganan sampah.

 

“Sampah ini datang dari muara-muara sungai yang ada di luar Bali. Sehingga menepi di Badung,” ucapnya.

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved