Berita Buleleng

Tes Kesehatan di RSUD Buleleng Dibatasi 175 Orang Per Hari, Arya Nugraha: Ada Tarif di Perdanya

Kendati hanya 175 orang per hari, Arya mengatakan layanan ini dibuka sampai hari Sabtu dan Minggu. 

istimewa
Calon PPPK saat melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Buleleng - Tes Kesehatan di RSUD Buleleng Dibatasi 175 Orang Per Hari, Arya Nugraha: Ada Tarif di Perdanya 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Layanan tes kesehatan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Buleleng, telah dibuka sejak Jumat 3 Januari 2025.

Karena banyaknya calon PPPK yang perlu dokumen keterangan sehat, maka pelayanan ini dibatasi per harinya.

Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengungkapkan, pelayanan tes kesehatan di RSUD Buleleng diatur per harinya sebanyak 175 orang. 

Jumlah ini sesuai data yang telah disiapkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng. 

Baca juga: Rupa Bahagia Lulus PPPK, Ratusan Orang “Serbu” Pelayanan SKCK Polres Gianyar, Per Hari 100 Lembar

"Karena calon PPPK yang memerlukan keterangan sehat banyak, maka kami minta kepada BKPSDM agar disiapkan jumlah optimalnya. Sehingga pemeriksaan dalam sehari tidak berlebihan ataupun kurang," ucapnya, Minggu 5 Januari 2025. 

Kendati hanya 175 orang per hari, Arya mengatakan layanan ini dibuka sampai hari Sabtu dan Minggu. 

Pemeriksaan kesehatan hanya butuh waktu satu hari. 

"Tidak ada persiapan khusus sebelum pemeriksaan kesehatan," ujarnya. 

Kata Arya, layanan kesehatan ini meliputi tiga jenis pemeriksaan. 

Mulai dari kesehatan fisik, mental, hingga bebas narkoba. 

Sedangkan biaya layanan kesehatan nilainya sebesar Rp 430 ribu. 

"Proses tahapan seleksi untuk tesnya memang tidak bayar. Tapi untuk pemeriksaan kesehatan ini bayar. Karena ada tarif di perdanya," jelas dia. 

Dalam melayani calon PPPK, RSUD Buleleng menambah jumlah tim medical check up. 

Termasuk dengan dokter dari semula dua orang saat ini menjadi empat orang, serta psikiater menjadi dua orang. 

"Kami sudah biasa melayani pemeriksaan kesehatan, seperti untuk keperluan pileg, pilkada maupun haji. Namun biasanya jumlah kunjungan reguler hanya lima hingga 10 orang per hari. Karena saat ini jumlahnya berkali-kali lipat, maka kami tambah tim, dokter dan psikiater," ungkapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved