Berita Denpasar
Mayat Bayi di Sungai Pemelisan Dikubur di Setra Desa Sesetan Bali, Lurah: Warga yang Menguburkan
Dengan serangkaian proses persembahyangan, akhirnya bayi yang sudah dibalut kain kafan putih tersebut dikuburkan dengan layak.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga di Desa Adat Sesetan menguburkan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki di Setra Adat Sesetan, Denpasar Selatan, Bali, pada Senin 6 Januari 2025 malam, yang sebelumnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di Sungai Pemelisan.
Sehari sebelumnya mayat bayi malang itu ditemukan oleh warga setempat mengapung di dekat sebuah jukung di Sungai Pemelisan, Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, pada Minggu 5 Januari 2025 sore.
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) kepolisian, mayat bayi itu terlebih dahulu dievakuasi ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara dan dilakukan serangkaian pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi.
Setelah surat dari kepolisian untuk mengeluarkan bayi tersebut terbit, lantas bayi tersebut bisa dikuburkan, bayi dikuburkan oleh warga di Setra Desa Adat Sesetan pada Senin 6 Januari 2025 malam.
Baca juga: Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Sungai Pemelisan Denpasar, Kondisi Bengkak dan Kaku
Proses penguburan mayat bayi ini kembali viral di media sosial karena mengundang keprihatinan banyak pihak terhadap orang tua kandung yang tega-teganya membuang dan membunuh bayi yang baru lahir di dunia itu.
"Benar, dikuburnya di Setra Kuburan Adat Sesetan, warga kami sendiri yang menguburkan," ungkap Lurah Sesetan, Wisnu saat dihubungi Tribun Bali, Selasa 7 Januari 2025.
Jenazah bayi malang tersebut dibawa menuju setra dengan menggunakan ambulans Sari Galung Melati Purbaningrat, sesampai di setra langsung diupacarai.
Dengan serangkaian proses persembahyangan, akhirnya bayi yang sudah dibalut kain kafan putih tersebut dikuburkan dengan layak.
Sebelumnya diberitakan Tribun Bali, pihak kepolisian menduga jenazah bayi laki-laki yang ditemukan mengapung di Sungai Pemelisan Banjar Suwung Batan Kendal, Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, dibunuh oleh orangtuanya.
Jenazah bayi tersebut ditemukan oleh nelayan sekitar mengapung pada Minggu 5 Januari 2025, sekitar pukul 17.00 WITA, dalam kondisi tersangkut di sampah-sampah.
Saat itu saksi I Ketut Darma Yoga (42) mengecek ke lokasi sekitar kurang lebih 100 meter memastikan mengorek dengan bambu ternyata benar ada bayi mengambang di antara sampah di belakang jukung.
Ketut Darma lalu mengambil jenazah bayi dan menaikkannya ke darat dibungkus kain warna putih dan melaporkan ke kepolisian, selanjutnya jenazah akan diupacarai sesuai dengan prosedur kepolisian.
Jenazah dievakuasi terlebih dahulu oleh ambulans BPBD Kota Denpasar ke kamar jenazah RSUD Bali Mandara.
"Kemungkinan bayi sengaja dibunuh oleh orang tuannya," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.
Lanjutnya, jenazah bayi tersebut diduga belum ada 24 jam dibuang lantaran belum sampai mengeluarkan bau busuk.
"Jenazah belum mengeluarkan bau busuk, diperkirakan bayi dibuang belum ada sekitar 24 jam," bebernya.
Bayi tersebut ditemukan dengan kondisi menggunakan pampers warna putih dan masih memakai baju bayi.
"Hidung bayi bengkak dan mata bayi kiri bengkak," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.