Berita Gianyar

PILU! Keluarga Miskin Ekstrem di Gianyar Tak Terima Bantuan Dinsos, Terganjal Status Pensiunan PNS

Suwitra, pria lanjut usia asal Banjar Pokas, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar merupakan pensiunan PNS, namun di masa tuanya ia hidup dalam kemiskinan

PIXABAY
ILUSTRASI - Suwitra, pria lanjut usia asal Banjar Pokas, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar merupakan pensiunan PNS, namun di masa tuanya ia hidup dalam kemiskinan ekstrem yang hidup bersama empat orang cucunya yang masih kecil. 

TRIBUN-BALI.COM - Banyak masyarakat di tanah air yang mendambakan karir sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) atau dulu disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebab mereka menginginkan masa tua yang tenang karena memiliki uang pensiunan. Namun dari kisah I Wayan Suwitra, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Suwitra, pria lanjut usia asal Banjar Pokas, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar merupakan pensiunan PNS, namun di masa tuanya ia hidup dalam kemiskinan ekstrem yang hidup bersama empat orang cucunya yang masih kecil.

Ada yang belum sekolah, ada yang sudah SD, SMP dan yang paling besar SMA. Anak Suwitra atau ayah dari keempat cucunya itu, telah meninggal dunia.

Sementara, ibu dari cucunya itu memilih kabur dan menikah dengan lelaki lain, karena tidak sanggup hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Baca juga: Bang-Ipat Siapkan Tim Transisi Pemerintahan, 100 Hari Kerja Fokus Ke-24 Program!

Baca juga: 2 Anak Mendiang Ketut Nurhayati Dapat Beasiswa, BPJamsostek Beri Santunan Sampai Perguruan Tinggi!

MIRIS! Terganjal Status Pensiunan PNS, Keluarga Miskin Ekstrem di Gianyar Tak Terima Bansos
MIRIS! Terganjal Status Pensiunan PNS, Keluarga Miskin Ekstrem di Gianyar Tak Terima Bansos (istimewa)

Informasi dihimpun, Kamis (9/1) saat menjadi PNS, Suwitra masuk golongan rendah. Dan, pada masa pensiunnya ia harus menanggung beban utang yang banyak, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa tuanya, ia dibantu oleh tetangga dan saudaranya.

Biasanya Suwitra menghidupi empat orang cucunya dengan menjadi buruh serabutan. Namun semenjak terserang stroke, kini cucu-cucunya itulah yang membantunya untuk bisa melakukan aktivitas kehidupan, seperti mandi dan lainnya. 

Kehidupan keluarga ini semakin memperhatikan, karena mereka juga tinggal di rumah yang tidak layak huni. Yakni tembok rumah mulai keropos dan atap rumahnya sebagian telah bocor, sehingga terkadang saat hujan lebat, kamarnya tergenang air hujan.

Mendengar kondisi tersebut, Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana pun terpukul. Tanpa basa-basi, politkus PDIP asal Sukawati itu langsung mendatangi rumah Suwitra bersama Ketua Fraksi PDIP Ni Made Ratnadi didampingi Perbekel Blahbatuh, I Gede Satya.

Kepada wartawan, Sudarsana mengatakan, kemiskinan memang selalu ada bahkan di negara maju sekalipun. Namun, sebagai Ketua DPRD Gianyar, pihaknya akan memperjuangkan nasib masyarakat Gianyar yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem. 

"Saya memastikan, pemerintah memberikan bantuan untuk keluarga ini. Baik bantuan untuk kehidupan sehari-hari, kesehatan, termasuk bantuan pendidikan untuk keempat cucu Pekak Suwitra," ujarnya. (weg)

Dilaporkan ke Dinsos


Sementara itu, Ketua Fraksi DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi menambahkan, kondisi Pekak Suwitra telah dilaporkan ke Dinas Sosial Gianyar. Namun bantuan belum bisa diberikan, lantaran yang bersangkutan berstatus sebagai pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

"Kami pasti akan upayakan carikan celah agar mereka bisa dibantu, sebab cucu pekak ini perlu biaya pendidikan yang cukup lumayan. Apa lagi si bungsu belum sekolah," ujarnya.

Perbekel Blahbatuh, I Gede Satya, mengatakan kondisi warganya itu memang tidak berdaya. Saat ini pihaknya hanya bisa membantu melalui BLT Dana Desa setiap bulannya besar Rp 300 ribu. "Kita bisa bantu dengan BLT DD per bulan," ujarnya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved