Sosok
SOSOK Kak Onyot, Konten Kreator Asal Bali yang Kerap Kritik Pemerintah, Pilih Sembunyikan Identitas
Nama 'Kak Onyot' tidak asing lagi di media sosial saat ini, khususnya di Bali. Konten kreator yang sudah terkenal di Indonesia itu kerap mengkritik
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Saya belajar karakter tua, karena orang Bali senang mendengarkan omongan orang tua. Walaupun tidak nurut," celetuknya.
"Orang tua memberitahu pasti dengan cara yang lembut dan halus. Namun ada makna yang tersirat pada apa yang disampaikam orang tua," sambungnya.
Terkait nama yang digunakan, pria ini pun menjelaskan, berawal dari seorang teman yang membandel.
Temannya itu bernama Ronyot, dan sering dinasehati.
Sehingga lama kelamaan ia mendapatkan julukan kakeknya Ronyot, atau yang sekarang lebih dikenal Kal Onyot.
"Dia dengan otot keringnya dengan ugal-ugalannya. Kalau ada apa-apa, saya secara pribadi sering menasehati. Jadi saya dijuluki Kaknya Ronyot. Tidak isi nyari pawisik (bisikan gaib)," paparnya sambil tertawa.
Kak Onyot kini aktif mengkritik kebijakan pemerintah yang diunggah melalui aku Bali Respon.
Ini dilakukannya, agar masyarakat juga berani menyuarakan keluhannya.
Sebab dia menilai pejabat adalah orang yang dihormati dan wajib mencarikan solusi dari permasalahan di masyarakat.
Dengan dasar itu, pihaknya meminta tanda tangan komitmen dari sejumlah calon kepala daerah di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, dan Bali.
Semua itu dilakukan Kak Onyot murni ingin membantu dan tidak meminta uang sepeser pun.
"Itu semua tujuannya untuk memperbaiki sistem demokrasi di digital. Kemudian dari komitmen itu, Kak boleh menyampaikan keluhan masyarakat melalui media sosial tanpa adanya intimidasi secara hukum maupun secara fisik, oleh pejabatnya atau dari pendukungnnya,” terangnya seraya menyatakan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kepedulian para pemimpin terhadap wilayahnya.
Kak Onyot berharap bisa menjadi penyambung lidah masyarakat.
Bahkan dengan konten yang dibuat, beberapa pejabat sudah menerima keluhan masyarakat tersebut.
"Di Bali respon, sempat ada yang mengeluhkan jalan, dan sudah langsung ditangani," ucapnya.
Disinggung sampai kapan Kak Onyot akan menyembunyikan identitas aslinya? Kak Onyot hanya menjawab dengan guyon.
"Mungkin setelah Kak menjadi Wamen. Kalau setelah jadi Presiden itu ketinggian. Karena Kak Onyot tidak mungkin akan menjadi semua itu," imbuhnya sambil tertawa. (*)
Berita lainnya di Sosok
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.