Penemuan Mayat di Gianyar

INIKAH KESALAHAN Made Agus Sebelum Dihabisi di Blahbatuh Gianyar? Adu Mulut Terekam CCTV

INIKAH KESALAHAN Made Agus Sebelum Dihabisi di Blahbatuh Gianyar? Adu Mulut Terekam CCTV

|
istimewa
INIKAH KESALAHAN Made Agus Sebelum Dihabisi di Blahbatuh Gianyar? Adu Mulut Terekam CCTV 

TRIBUN-BALI.COM - Teka-teki kasus pembunuhan Made Agus Aditya (26) di Blahbatuh, Gianyar, Jumat 17 Januari 2025 dini hari mulai terungkap.

Made Agus ternyata menjadi korban pembunuhan keji lima pelaku yang diketahui berasal dari salah satu desa di Kecamatan Blahbatuh.

Jenazah Made Agus ditemukan di Jalan Raya Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh dengan dua luka tusuk di leher dan dadanya.

Baca juga: SOSOK Pacar Made Agus di Gianyar Jadi Sorotan, Rekaman CCTV Ungkap Detik-detik Pembunuhan

Made Agus merupakan warga Banjar Tengah, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

Serangkaian penyelidikan Polres Gianyar mengarahkan bahwa Made Agus merupakan korban pembunuhan.

Polres Gianyar pun berhasil mengamankan lima pelaku pembunuhan Made Agus.

Baca juga: KRONOLOGI Pembunuhan Made Agus di Blahbatuh, Akhirnya Tak Pernah Sampai di Rumah Pacar

Kelima pelaku pembunuhan itu ada yang menyerahkan diri, adapula yang ditangkap anggota Polres Gianyar di Jawa Timur.

Lalu apa motif kelima pelaku nekat menghabisi nyawa Made Agus di Blahbatuh, Gianyar?

Berdasarkan informasi sumber Tribun Bali di Polres Gianyar, Made Agus mengendarai motor di kanan jalan sehingga membahayakan pengendara lain saat melintas di Jalan Raya Tojan, Blahbatuh.

Kelima pelaku pembunuhan ini kemudian menegur Made Agus.

Teguran tersebut kemudian berlanjut pada adu mulut antara kelima pelaku dan korban di jalanan Blahbatuh.

Sumber kepolisian juga menyebutkan saat adu mulut itu terekam pula oleh kamera CCTV di lokasi kejadian.

Sehingga, kasus pembunuhan di Blahbatuh tersebut dapat terungkap secara terang benderang.

Namun, terkait motif pembunuhan tersebut akan dirilis resmi oleh Polres Gianyar hari ini, Kamis 23 Januari 2025.

Disebutkan, kasus pembunuhan itu terjadi saat Made Agus berencana untuk menemui pacarnya.

Hingga saat ini sosok pacar Made Agus masih menjadi misteri dari rangkaian kasus pembunuhan tersebut.

Sosok pacar Made Agus ini menjadi sorotan setelah adanya informasi korban sempat terlibat cekcok dengan kekasihnya sebelum pembunuhan tragis itu terjadi.

Sumber Tribun Bali di kepolisian menyebutkan, Made Agus sempat mendatangi rumah sang pacar di kawasan Tojan, Blahbatuh pada Kamis 16 Januari 2025.

Karena didahului cekcok, Made Agus pun tak sempat bertemu dengan sang pacar.

Lalu korban kemudian meninggalkan rumah pacarnya.

Kemudian, pada Jumat 17 Januari 2025 dini hari, korban disebutkan hendak kembali mendatangi kediaman sang pacar hingga terjadi pembunuhan tersebut.

"Pelaku ini tinggal di salah satu desa di Kecamatan Blahbatuh. Yang jelas bukan dari Desa Blahbatuh.

Dari kondisi korban dengan luka tusuk di dada dan leher menunjukkan korban dihabisi secara brutal.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Made Berata saat dikonfirmasi terkait informasi pelaku pembunuhan Made Agus sudah tangkap, ia tidak membantah.

Namun Kapolsek Blahbatuh juga tidak memberikan informasi tambahan terkait kasus pembunuhan tersebut.

Sebab, kata dia, kasus pembunuhan tersebut saat ini ditangani oleh Polres Gianyar.

"LP (Laporannya) sudah di Polres Gianyar, silahkan konfirmasi ke Polres ya, biar nanti tidak salah memberikan keterangan," ujar Kapolsek Blahbatuh.

Kapolres Gianyar, AKBP Umar saat dikonfirmasi, belum memberikan penjelasan secara rinci pembunuhan tersebut.

Sebab saat ini pihaknya masih menyusun rangkaian kejadian pembunuhan, Polres Gianyar memastikan akan mengungkapkan kasus ini ke publik.

"Nanti kita sampaikan dalam pers rilis, secepatnya," ujarnya. 

Sementara itu, Perbekel Blahbatuh, I Gede Satya Kesuma menyayangkan adanya kasus pembunuhan yang dialami warganya.

Pihaknya pun berharap kasus pembunuhan ini segera terungkap, supaya masyarakat di Blahbatuh tidak saling mencurigai.

"Ada temuan mayat di jalan, yang bersangkutan memang warga kami dari Banjar Tengah, Blahbatuh.

Harapan kami kasus ini, agar segera bisa diungkap sehingga diketahui siapa yang membunuh dan apa motifnya," ujarnya.

Pihaknya di desa pun akan menjaga situasi di Desa Blahbatuh tetap aman dan meminta warga untuk tidak saling mencurigai satu sama lain.

"Mudah-mudahan sementara ini kita di Blahbatuh tidak ada saling mencurigai.

Harapan kami masyarakat tenang, jaga selalu menjaga kondusifitas wilayah," ujarnya.

Terpisah, seorang warga yang rumahnya dekat TKP mengatakan, pada Jumat 17 Januari dini hari atau saat kasus dugaan pembunuhan tersebut terjadi.

Tidak terdapat hal yang mencurigakan, seperti suara teriakan atau bunyi-bunyian pada umumnya orang yang sedang melakukan pengeroyokan ataupun melakukan aksi brutal. 

"Kemarin saat dini hari, saya sudah tidur,  Tetapi memang tidak terdengar ada suara ramai. Ramainya saat pagi saja, saat mayat ditemukan," ujar warga yang tak mau ditulis namanya itu.

Sebelumnya, warga dihebohkan dengan penemuan mayat pria di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat 17 Januari 2025 sekitar pukul 04.00 wita.

Lokasi penemuan mayat tepatnya di depan Warung Koba Jalan Raya Tojan, Desa Pering, Blahbatuh.

Diketahui pada mayat tersebut terdapat luka di leher.

Korban diketahui merupakan warga dari desa tetangga, yakni I Made Agus Aditya (26) asal Banjar Tengah, Desa/Kecamatan Blahbatuh.

Berdasarkan data yang dihimpun di Polsek Blahbatuh, penemuan mayat itu diketahui pertama kali oleh I Kadek Suarnata yang juga satu banjar dengan korban.

Saat itu, ia sedang melintas di TKP sehabis membeli nasi campur di warung Bu Sri yang tak jauh dari TKP.

Saat itu Suarnata menemukan sebuah sepeda motor PCX warna hitam DK 6105 KBL tergeletak di pinggir jalan.

Dan, sekitar  beberapa meter dari sepeda motor itu, saksi melihat mayat tergeletak.

Selanjutnya hal ini dilaporkan ke Polsek Blahbatuh.

Dari informasi di Polsek Blahbatuh, posisi mayat ditemukan tergeletak terlentang menghadap ke utara tidak memakai baju.

Pada mayat terdapat luka di leher dan dada, bersimbah darah dengan menggunakan celana pendek warna hitam.

Selanjutnya mayat dibawa dengan mobil ambulans Palang Merah Indonesia Kabupaten Gianyar ke Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved