Longsor di Bali

Giri Prasta: Sudah Lakukan Mitigasi Bencana, Pasca Longsor Hingga Ada Korban di Wilayah di Bali

Selain itu, kata Giri Prasta untuk masyarakat masyarakat pendatang juga tidak diberikan membangun di lahan yang labil.

ISTIMEWA
BERI KETERANGAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan keterangan kepada awak media belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM  - Belum lama ini banyak terjadi bencana alam khususnya tanah longsor di Bali yang mengakibatkan korban jiwa. Hal itu pun terjadi di dua wilayah yakni di Kabupaten Klungkung dan Kota Denpasar.

Menyikapi hal itu, pemerintah Kabupaten Badung ternyata sudah melakukan mitigasi bencana. Hal itu pun dilakukan untuk mengantisipasi adanya bencana yang sama akibat cuaca ekstrim yang terjadi.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengaku jika Kabupaten Badung sudah melakukan mitigasi bencana. Bahkan pihaknya berharap masyarakat di Badung harus selalu antisipasi akan bencana yang terjadi.

"Di Badung kita sudah lakukan mitigasi. Jadi untuk masyarakat yang tinggal di wilayah tanah labil, kita sudah beri pemahaman agar bergeser untuk mengantisipasi," ujarnya belum lama ini.

Baca juga: Bawa 2.176 Wisatawan ke Buleleng, Kapal Pesiar Celebrity Millenium Berlabuh di Celukan Bawang

Baca juga: Sempat Ditegur Kawannya untuk Tak Mandi, Rendi Tewas Terseret Arus Laut di Pantai Pulukan 

Selain itu, kata Giri Prasta untuk masyarakat masyarakat pendatang juga tidak diberikan membangun di lahan yang labil. Kendati demikian, kesiapan akan bencana di Kabupaten Badung sejatinya sudah rutin disosialisasikan.

"Kami punya Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah sigap betul akan penanganan bencana yang ada. Sehingga masyarakat bisa dilayani dengan cepat," katanya.

Meski dilakukan langkah antisipasi, tidak menutup kemungkinan bencana alam itu bisa terjadi secara tiba-tiba. Namun untuk di Badung masyarakat yang terkena bencana juga sudah langsung diberikan bantuan oleh pemerintah, sesuai kerugian yang dialami.

"Semoga tidak terjadi di Badung maupun di Bali ini. Mari kita sama-sama antisipasi karena cuaca sekarang tidak menentu," imbuhnya.

Untuk diketahui pada tahun 2024 Pemkab Badung menyelenggaraan kegiatan bertajuk Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten Badung dan Simulasi Bencana Puspem Badung.  

"Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten Badung sangat penting kita selenggarakan dalam rangka membangun kapasitas dan kemampuan aparatur dalam menghadapi kejadian bencana," kata Giri Prasta dalam sambutannya

Diakui, Badung menjadi salah satu Kabupaten yang memiliki berbagai ancaman bencana. Badung selatan sangat rentan dengan ancaman gempa bumi dan tsunami, begitu juga wilayah pegunungan di Badung Utara rentan terhadap ancaman cuaca ekstrim yang dapat menyebabkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung dan lain sebagainya.

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerinan ESDM, Badung juga memiliki sesar lokal aktif yaitu patahan tanah yang memiliki aktivitas pergerakan yang aktif yakni sesar Jimbaran yang membentang dari Jimbaran sampai Badung Utara. Sesar yang kedua adalah sesar Darmasaba yang berakhir di daerah Ubud.

"Upaya Mitigasi ini kita lakukan melalui beberapa program untuk memperkuat kapasitas masyarakat seperti program Desa Tangguh, Sekolah aman Bencana serta penguatan forum PRB. Termasuk juga Upaya mitigasi di wilayah Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung," imbuhnya. (gus)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved