Berita Jembrana
Sempat Ditegur Kawannya untuk Tak Mandi, Rendi Tewas Terseret Arus Laut di Pantai Pulukan
Ia lantas bergegas melepas pakaian sehingga hanya mengenakan celana dalam dan berlari ke arah laut serta langsung menceburkan diri ke laut.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Seorang pria berusia 20 tahun meninggal dunia akibat tenggelam terseret arus di Pantai Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Jumat (24/1) siang.
Adalah Rendi Adi Saputra asal Bangsal Sari, Kabupaten Jember kemudian ditemukan 30 menit setelah tenggelam dengan jarak tiga meter di sebelah barat dari tempat ia mandi. Pihak keluarga disebutkan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban.
Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut bermula saat korban bersama tiga kawan lainnya berangkat dari bedeng proyek tempat mereka tinggal di Banjar Arca Dwipa, Desa Pulukan sekitar pukul 09.30 Wita. Setibanya di Pantai Pulukan, korban Rendi turun dari sepeda motor dan sempat mengatakan bahwa dia merasa gerah.
Ia lantas bergegas melepas pakaian sehingga hanya mengenakan celana dalam dan berlari ke arah laut serta langsung menceburkan diri ke laut. Perilakunya tersebut sempat ditegur oleh kawannya atau saksi 1 dengan meneriaki korban "awas ombak besar, jangan mandi dulu".
Baca juga: Serapan Dana Desa Capai Rp 129 M Lebih, Realisasi di Buleleng Sentuh Angka 97,57 Persen
Baca juga: TEWAS Usai Minum Obat Penghilang Rasa Sakit, Teknisi Wifi di Karangasem Sempat Keluhkan Sakit Gigi
Rendi justru tak mengindahkan teguran tersebut dan memilih tetap berada di dalam air. Tak lama kemudian, para saksi justru melihat korban terseret arus dan menghilang. Melihat hal tersebut, kawan-kawannya pun tak berani terjun ke laut karena tak ada yang bisa berenang. Mereka hanya menunggu di pinggir pantai.
Hingga akhirnya, sekitar 30 menit kemudian setelah digulung ombak, tangan korban terseret arus terlihat sekitar tiga meter di sebelah barat tempatnya menceburkan diri di awal. Melihat hal tersebut, dua kawannya lantas mendekatinya dan ternyata korban telah meninggal dunia.
Mereka langsung menginformasikan kejadian tersebut kepada teman-temannya di proyek pembangunan villa Pulukan. Sejumlah kawan bersama Kelian Dinas setempat langsung menuju TKP sembari menginformasikan ke Polsek Pekutatan.
Personel Polsek Pekutatan kemudian mendatangi TKP bersama petugas kesehatan Puskesmas 1 Pekutatan dan mengevakuasi mayat korban untuk dibawa ke Puskesmas Pekutatan.
"Sempat ditegur kawannya tapi tidak diindahkan. Tak lama setelah itu korban terseret arus," kata Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi, Jumat (24/1).
Dia menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas I Pekutatan tidak ditemukan kejanggalan pada tubuh korban. Pihak keluarga yang dihubungi kepolisian juga telah menyatakan menerima kematian korban sebagai sebuah musibah dan tidak menghendaki dilakukan otopsi.
"Informasi sementara motifnya langsung mandi ke pantai karena ada suatu permasalahan," ungkapnya.
Sementara, Kompol Suarmadi mengimbau agar seluruh masyarakat tetap waspada dan hati-hati serta memantau situasi ombak ketika mandi di Pantai. Hal ini untuk mengantisipasi peristiwa serupa terjadi di kemudian hari.
"Kami imbau agar tetap melihat kondisi ombak dulu, jangan asal mandi ketika ombak besar. Karena bisa berpotensi terseret arus laut," imbaunya. (mpa)
BENDERA Peringatan Rawan Berenang Dipasang di Teluk Gilimanuk, Imbauan Keselamatan Beraktivitas |
![]() |
---|
KEPALA Nengah Terbentur Keras di Jalur Tengkorak Jembrana, Aspal Penuh Bercak Merah |
![]() |
---|
Lima Rumah Warga Jembrana Diterjang Gelombang Tinggi, Dua KK Mengungsi |
![]() |
---|
50 Orang Jadi Korban, Sayu Putu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 1,5 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Antrian Mengular hingga Masjid Gilimanuk, Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir 2 Jam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.