Berita Buleleng
Serapan Dana Desa Capai Rp 129 M Lebih, Realisasi di Buleleng Sentuh Angka 97,57 Persen
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Madong Hartono.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Realisasi serapan Dana Desa (DD) pada 129 Desa di Kabupaten Buleleng tahun 2024 mencapai 97,57 persen atau Rp 129.135.618.558. Capaian ini tergolong meningkat apabila dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2023.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Madong Hartono. Dikatakan pada tahun 2024, seluruh desa di Kabupaten Buleleng menerima DD dari pemerintah pusat, dengan total Rp 132.354.323.000. Seluruh dana tersebut diakui sudah tersalurkan 100 persen pada dua tahap.
Dari seluruh dana yang telah masuk, lanjut Madong, pihaknya telah melakukan konsolidasi laporan yang dikirim oleh desa. Di mana hingga akhir tahun 2024, tercatat realisasi penyerapannya sebesar Rp 129.135.618.558 atau 97,57 persen. "Sedangkan realisasi output dari seluruh kegiatan desa sebesar 96,77 persen," ungkapnya, Jumat (24/1).
Baca juga: Direktur PARQ Ubud Tersangka, WNA Jerman Terlibat Kasus Kampung Rusia, Polda Bali Periksa Kepala OPD
Baca juga: TEWAS Usai Minum Obat Penghilang Rasa Sakit, Teknisi Wifi di Karangasem Sempat Keluhkan Sakit Gigi
Menurut Madong, alasan serapan DD di tahun 2024 hanya sebesar 97,57 lantaran pihak Desa melakukan sejumlah efisiensi. Sehingga menghasilkan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa). "Akumulasi Silpa ini tidak dikembalikan ke kas negara. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan tahun 2025," jelasnya.
Sedangkan alasan kenapa realisasi output kegiatan hanya sebesar 96,77 persen, imbuh Madong, disebabkan lantaran desa terkadang kurang teliti atau kurang detil dalam memberikan laporan dana capaian keluaran.
"Kadang-kadang pekerjaan sudah selesai, namun outputnya belum di-update atau belum dilaporkan. Mengenai hal ini kami juga sudah konsolidasi ke desa, dan kami minta untuk perbaiki," ucapnya.
Madong menambahkan, capaian DD pada tahun 2024 ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023, utamanya dari sisi penyerapan dan capaian keluaran. Disebutkan dia, pada tahun 2023 total besaran DD yang diterima 129 Desa di Buleleng Rp 132.727.227.000. Dari jumlah tersebut realisasi serapannya sebesar Rp 128.231.604.953 atau 96,61 persen. Sedangkan realisasi output-nya 95,14 persen.
Menurut Madong, peningkatan ini sebagai upaya dari pihak desa, untuk mengoptimalkan penyerapan dana desa yang digelontorkan pemerintah. Terutama dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan percepatan pembangunan desa.
Dikatakan pula, ada tiga program yang terkategori wajib dilaksanakan pada DD. Meliputi program ketahanan pangan dengan porsi minimal 20 persen; Percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrim dengan porsi batas maksimal alokasi anggaran 15 persen; serta Mendukung pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan stunting.
"Untuk stunting itu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing desa. Namun biasanya desa cukup banyak mengalokasikan untuk program stunting ini. Karena program ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sosial dasar, utamanya di bidang pendidikan," tandasnya. (mer)
Seorang Pegawai Minimarket Meninggal Usai Tabrak Truk di Buleleng Bali, Alami Cedera Kepala Berat |
![]() |
---|
SALING LAPOR Antara Perbekel Selat dan Ni Wayan Wisnawati di Buleleng Berakhir Damai |
![]() |
---|
Raih Medali Emas, Tiga Atlet Woodball Harumkan Nama Buleleng Bali di Kancah Internasional |
![]() |
---|
Tabrak Lari di Buleleng Bali, Deva dan Wahyu Diturunkan di Pinggir Jalan, Korban Dirawat Instensif |
![]() |
---|
Perbekel Selat dan Warganya Sepakat Damai di Bali, Cabut Laporan Dugaan Penganiayaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.