Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

WNA Sergap WNA di Bali

Kekerasan dan Pemerasan di Bali, Polda Bali Buru 8 Orang, Sandy: Mudah-mudahan Segera Bisa Diamankan

Dijelaskan Kombes Pol Sandy bahwa panggilan kedua sudah dilakukan Polda Bali terhadap para terlapor melalui masing-masing kedutaan. 

Tayang:
ISTIMEWA/TRIBUN BALI
KOLASE - Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, SIK memberikan penjelasan tentang kasus WNA bersenjata yang mengejar sesama WNA di Bali urusan aset Kripto. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah KA (30) salah satu terlapor dinyatakan tak terbukti dalam aksi kekerasan dan pemerasan berkelompok terhadap investor asal Ukraina II (48), Polda Bali tetap memburu 8 terlapor lainnya.

Dari hasil pemeriksaan selama 1x24 jam oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali, KA WNA asal Rusia tersebut belum bisa dibuktikan ikut dalam aksi kejahatan tersebut.

Hal ini dikarenakan dari hasil pemeriksaan saat kejadian pada 15 Desember 2025, KA berada di negara Dubai yang diketahui dari pelintasan Paspor dan foto-foto, KA lalu dibebaskan pada Jumat 31 Februari 2025 malam untuk terbang ke Dubai. 

Sementara itu, 8 terlapor lain berinisial LA, OZ, RK, TK, RK, AT, KA dan FA, Kabid Humas Kombes Pol Ariasandhy S.I.K., menyatakan, Polda Bali berupaya maksimal mengungkap kasus kejahatan diduga organisasi internasional ini.

Baca juga: KA Alami Trauma Hingga Depresi Akibat Tuduhan Keterlibatan Dalam Perampokan WNA Ukraina di Bali

"Kami berkoordinasi dengan Hubinter Polri, Imigrasi maupun Kedutaan Besar terkait WNA tersebut dan diharapkan kasus yang mencoreng citra Indonesia khususnya Bali ini segera terungkap," ungkap Kabid Humas Polda Bali.

"Yang jelas siapa pun dan di mana pun yang bersangkutan yang terlapor ini tetap kami cari, ini bentuk keseriusan kami untuk segera mengungkap kasus ini secepatnya," sambung Kombes Pol Sandy.

Dijelaskan Kombes Pol Sandy bahwa panggilan kedua sudah dilakukan Polda Bali terhadap para terlapor melalui masing-masing kedutaan. 

"Sesuai dengan laporan, dasar itu kemudian penyidik memanggil melalui kedutaan masing-masing. Semua yang menjadi target tentu kami cari," bebernya. 

Meskipun latar belakang dibalik aksi kejahatan berkelompok menyasar investor ini belum terungkap dan para terlapor masih diburu namun dugaan mengarah pada penguasaan harta korban. 

"Kalau motif kami bisa ungkap kalau tersangka sudah ditangkap, tapi yang jelas diambil harta. Itu yang kami dalami, kenapa dia bisa tahu kripto (sasaran,-Red). Yang jelas kami harus dapat dulu orang-orang terlapor itu, baru kami bisa ungkap. Dari mana yang bersangkutan tahu, motifnya apa, dan segala macam," kata dia.

"Semua informasi yang kami dapat baik secara verbal dilaporkan maupun dalam bentuk video itu menjadi sumber informasi yang kami dalami. Intinya kami mencari dulu 8 orang ini, mudah-mudahan segera bisa diamankan, perkembangan nanti kami sampaikan," jabarnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Sandy menerangkan, bahwa yang dialami korban II disebabkan karena penganiayaan dari luka-luka lebam yang didapat bukan karena senjata. 

"Penganiayaan, ada lebam," tuturnya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved