Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pelantikan Gubernur Bali

Usai Jadwal Pelantikan Diundur, Sertijab Koster-Giri Ditunda

Dewa Made Indra memastikan bahwa penundaan ini tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan. 

Istimewa
Wayan Koster - Giri Prasta - Usai Jadwal Pelantikan Diundur, Sertijab Koster-Giri Ditunda 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyatakan bahwa pelantikan kepala daerah nonsengketa akan digabung dengan kepala daerah yang perkaranya diputus melalui putusan sela atau dismissal di MK. 

Namun, Tito memastikan bahwa pelantikan tetap berlangsung pada Februari. 

Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030, Wayan Koster, membenarkan bahwa pelantikannya bersama Wakil Gubernur Terpilih, Nyoman Giri Prasta, akan ditunda hingga pertengahan Februari. 

Dengan demikian, keduanya serta kepala daerah terpilih lainnya tidak jadi dilantik pada 6 Februari. 

Baca juga: VIDEO Pelantikan Gubernur Bali Terpilih Koster-Giri Batal Digelar 6 Februari, Tunggu Keputusan MK

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengonfirmasi bahwa penundaan pelantikan otomatis berdampak pada serah terima jabatan (sertijab). 

“Jadi sertijab kan pasti akan dilakukan setelah pelantikan. Karena pelantikannya mundur, sudah pasti serah terimanya juga mundur. Sampai hari ini, kepastian tanggal untuk pelantikan belum ada. Disampaikan Mendagri, kita sama-sama menonton antara 18-20 (Februari), fix tanggalnya belum karena masih koordinasi dengan MK," ucap Dewa Indra, Sabtu 1 Januari 2025. 

Namun, Dewa Made Indra memastikan bahwa penundaan ini tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan. 

Pejabat (Pj) Gubernur akan tetap melaksanakan tugasnya hingga kepala daerah definitif dilantik. 

"Oh, tidak ada yang terganggu. Pak Pj Gubernur tetap melanjutkan tugasnya, begitu juga dengan Pj kepala daerah di tingkat bupati dan wali kota. Kalau pelantikannya diundur, tentu mereka memperpanjang masa tugasnya tanpa perlu surat perpanjangan, karena memang dalam SK-nya begitu, sampai dilantiknya kepala daerah yang definitif," imbuhnya. 

Terkait lokasi sertijab, Dewa Made Indra menyebut akan tetap dilakukan dalam forum rapat paripurna istimewa DPRD. 

Namun, lokasi pastinya masih menunggu kepastian tanggal pelantikan. 

"Pidato kepala daerah itu dilaksanakan dalam forum rapat paripurna istimewa DPRD. Rencananya belum ada, karena waktunya belum tentu. Waktunya akan menyesuaikan dengan tanggal pelantikan," katanya.  

Ia juga mengungkapkan bahwa Gedung Utama DPRD, tempat ruang sidang paripurna, saat ini sedang dalam renovasi. 

Oleh karena itu, pihaknya akan mencari alternatif tempat lain, tetapi tetap dalam forum rapat paripurna istimewa DPRD.  

Mengenai persiapan yang telah dilakukan sebelumnya, ia menyebut baru sebatas pemilihan tempat, sementara undangan belum dikirim karena sudah ada informasi awal mengenai kemungkinan penundaan pelantikan. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved