Berita Buleleng
WASPADA! BPBD Buleleng Imbau Masyarakat Pesisir Pada Gelombang Pasang, Simak Penjelasannya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pun mengimbau kepada masyarakat di pesisir untuk tetap waspada.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Gelombang pasang di pesisir Kabupaten Buleleng, diperkirakan masih terjadi hingga pertengahan Februari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pun, mengimbau masyarakat di pesisir untuk tetap waspada.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi. Dikatakan dia, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini sedang memasuki puncak musim hujan. Kondisi ini berdampak pula pada terjadinya gelombang pasang disertai angin kencang.
"Diperkirakan potensi gelombang pasang masih terjadi sampai pertengahan Februari 2025," ucapnya dikonfirmasi Minggu (2/1/2025).
Baca juga: Kasus WNA Rusia Lakukan Kekerasan di Bali Masih Berlanjut, Polda Bali Sebut masih Buru 8 Orang Lain
Baca juga: TEWAS Bule Rusia di RSUD Klungkung, Usai Tabrak Truk di Depan Pura Goa Lawah, Alami Cedera Parah
Ariadi mengatakan, potensi gelombang pasang disertai angin kencang, sejatinya sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Bahkan sempat mengakibatkan kejadian bencana di wilayah Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan pada hari Kamis (30/1/2025) lalu. Ia menyebut, setidaknya ada puluhan kepala keluarga di wilayah tersebut yang terdampak bencana.
"Peristiwanya terjadi sekitar pukul 00.00 Wita. Hasil pendataan kami, sebanyak 31 KK terdampak bencana di sepanjang pantai," ucapnya.
Dampak kerusakan yang ditimbulkan beragam. Mulai dari kerusakan bangunan rumah, tembok panyengker, hingga tempat penyimpanan peralatan nelayan, serta peralatan melaut.
"Mengenai kerugian materiil, sementara belum dapat dipastikan. Sedangkan untuk tindaklanjut atas musibah yang terjadi, kami sudah mengirimkan bantuan darurat berupa paket sembako, matras, selimut hingga paket kebersihan pada korban yang terdampak bencana," imbuhnya.
Mengingat panjang laut di wilayah Buleleng yang cukup panjang, Ariadi mengimbau kepada masyarakat di wilayah pesisir agar tetap waspada.
Khususnya pada para nelayan, pihaknya juga mengimbau agar tetap melihat potensi cuaca. "Tetap waspada dan lihat situasi gelombang pasang dalam melaksanakan aktivitas di laut," tandasnya. (mer)
| BONGKAR Satu Titik Telan Rp15 Juta, Satpol PP Buleleng Bongkar 11 Billboard Reklame Melanggar Titik |
|
|---|
| JADI Penampil Utama Singa Kren Festival, 550 Seniman Kolosal Lintas Etnis Jadi Highlight Singa Kren |
|
|---|
| Brida Buleleng Bali Realisasikan 24 HKI, Target Tahun Ini Minimal 50 Sertifikat |
|
|---|
| Dinkes Buleleng Bali Soroti Empat Penyakit Global Jadi Ancaman, Petakan Penyebaran Risiko Wabah |
|
|---|
| PETAKAN Penyebaran Resiko Wabah, Dinkes Soroti Empat Penyakit Global Jadi Ancaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bsebednjrtj.jpg)