Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

KASUS Kematian di Gianyar, Minta Pelaku Dihukum Berat! Keluarga Almarhum Made Agus Datangi Polres  

Pantauan Tribun Bali, keluarga mendiang Agus datang menggunakan sepeda motor, memakai pakaian adat. Ada orang tua dan ada juga muda-mudi.

Tayang:
TRIBUN BALI/WAYAN ERI GUNARTA
DATANGI MAPOLRES – Sejumlah keluarga almarhum Made Agus Aditya saat mendatangi Polres Gianyar, Rabu (5/2). 

TRIBUN-BALI.COM  - Puluhan keluarga mendiang I Made Agus Aditya (26) asal Banjar Tengah, Desa/Kecamatan Blahbatuh, Gianyar mendatangi Mapolres Gianyar, Rabu (5/2) sekitar pukul 10.00 Wita.

Pihak keluarga meminta kejelasan terkait kasus pembunuhan di Jalan Raya Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh. Selain itu, keluarga meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Pantauan Tribun Bali, keluarga mendiang Agus datang menggunakan sepeda motor, memakai pakaian adat. Ada orang tua dan ada juga muda-mudi. Selain dari pihak keluarga, juga didampingi prajuru banjar setempat, seperti kelian adat, kelian dinas dan tokoh masyarakat.

Saat tiba di halaman Polres Gianyar, rombongan disambut anggota kepolisian. Lantaran tempat terbatas, sehingga hanya beberapa orang saja yang bisa menyampaikan aspirasi atau bertemu dengan Satreskrim Polres Gianyar. Sisanya menunggu di luar. 

Baca juga: BUNTUT Putus Hubungan Gelap, PPR Bunuh SKR & Serahkan Diri, Polisi Periksa 8 Saksi Kasus di Dadakan

Baca juga: BUNTUT Kasus Gambar Dewa Siwa, Gelar Upacara Guru Piduka, Manajemen Minta Maaf di Kantor PHDI Bali

Paman korban, I Made Rai menjelaskan, kedatangan pihaknya ke Polres Gianyar untuk mengetahui kelanjutan kasus pembunuhan terhadap keponakannya.

Selain itu juga untuk menjawab semua kejanggalan yang ditemukan pihak keluarga. Kejanggalan tersebut salah satunya adalah alat yang digunakan untuk melukai korban.

Dalam keterangan pers kepolisian, senjata tajam yang disebut hanya gunting. Namun berdasarkan hasil autopsi yang didengar pihak keluarga, disebut ada 3 senjata tajam yang menyebabkan luka di tubuh korban. 

“Ingin tahu keberlanjutan kasus ini. Ingin menjawab kejanggalan biar bisa diungkapkan. Dia pelaku ngotot hanya bilang gunting. Dari hasil autopsi disebutkan ada 3 jenis senjata. Itu yang kami ingin tahu,” ujarnya.

Pihak keluarga juga berharap agar jumlah pelaku yang sebenarnya terungkap. Sebab sejauh ini masih 3 pelaku

Padahal sebelumnya dikatakan kemungkinan ada pelaku lain. Selain itu, pihak keluarga berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya. 

“Kami harap pelaku dihukum seberat-beratnya, diberikan hukuman setimpal karena menghilangkan nyawa orang,” ujar Rai. 

Terkait latar belakang mendiang Agus, Rai mengatakan yang bersangkutan memang selama ini bekerja di kapal pesiar.

“Sudah sempat kerja di pesiar, lalu kontraknya habis. Sempat berangkat kedua kalinya, tetapi karena sakit pulang lagi. Kemarin rencananya mau berangkat lagi, tetapi sudah terjadi seperti ini,” ujarnya. 

Terkait Agus yang disebut sempat menang dalam pertarungan saat dikeroyok oleh para pelaku, Rai mengatakan, keponakannya itu memang memiliki keterampilan bela diri. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved