Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Perairan Bali Dipenuhi Puluhan Kapal Perang Asing dan KRI, Nelayan Tak Perlu Khawatir Melaut

Puluhan Kapal Perang Asing dan KRI Berada di Perairan Bali, Nelayan Tak Perlu Khawatir Melaut, Asops Kasal Pastikan Ekonomi Maritim Normal

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
YAYAN SOFIYAN - Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan di Nusa Dua Beach Hotel and Resort pada Kamis 13 Februari 2025 malam. Puluhan Kapal Perang Asing dan KRI Berada di Perairan Bali, Nelayan Tak Perlu Khawatir Melaut, Asops Kasal Pastikan Ekonomi Maritim Normal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Asisten Operasi Kepala Staf Anfkatan Laut Laksda TNI Yayan Sofiyan memastikan hadirnya puluhan kapal perang asing dan kapal perang KRI milik Indonesia tidak mengganggu kegiatan ekonomi maritim nelayan dan sebagainya

Bahkan TNI AL juga turut melibatkan nelayan ikut dalam formasi dengan kapal-kapal perang dalam agenda Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 tersebut. 

Sebagaimana disampaikan Laksda Yayan dalam keterangannya di Nusa Dua, Bali, pada Kamis 13 Februari 2025 malam saat disinggung apakah akan ada pembatasan operasional nelayan mengingat puluhan kapal perang asing berada di Bali

"Kegiatan ini akan memberikan multiplier effect terhadap berbagai kepentingan nasional Indonesia. Kegiatan ini tidak menghambat kegiatan nelayan, tetapi justru melibatkan nelayan mengikuti formasi dalam dengan kapal perang bagian dari komponen cadangan TNI AL," ungkap laksda Yayan.

Baca juga: Puluhan Kapal Perang Negara Dunia Gelar Latihan Bersama di Bali

"Jadi tidak akan mengganggu ekonomi maritim aktivitas maritim yang ada di perairan Bali, justru memberikan kontribusi yang positif terhadap ekonomi Bali, 3.000 lebih pelaut angkatan laut seluruh dunia akan hadir di sini," imbuhnya. 

Sebagai tuan rumah, Indonesia juga mempunyai tanggung jawab besar atas pengamanan terhadap semua peserta yang mengikuti 

Untuk pengamanan TNI AL melibatkan pengamanan TNI AD (Kodam IX/Udayana), TNI AU (Lanud Ngurah Rai), Polri (Polda Bali), para tokoh adat, dan instansi pemerintahan di Bali karena selain aset kapal perang asing juga hadir pejabat dari negara-negara yang terlibat.

"Khusus untuk TNI AL telah membentuk Satgas khusus untuk pengamanan. Satgas ini telah berkomunikasi dengan seluruh stakeholder security yang ada di Bali, seperti Polda Bali, Kodam Udayana, Pemprov Bali, Bakamla, para tokoh adat, dan lainnya. Ini adalah event nasional yang membutuhkan dukungan dari semua elemen," jelasnya.

Lanjut Laksda Yayan, event internasinal ini adalah kehormatan bagi Indonesia sehingga persiapan dan pengamanan harus dilakkan dengan matang bersama para stakeholder. 

"Panglima Armada Pasifik Amerika Serikat bersama delapan kepala staf angkatan laut dari negara-negara lainnya akan hadir dalam kegiatan itu. Negara yang hadir juga menghadirkan kapal perang," tuturnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved