Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyepi 2025

21 Karya Terbaik Ogoh-ogoh Dipentaskan di Puspem, Pawai Digelar Sebelum Pangerupukan 

Pelaksanaan pawai sendiri akan berlangsung sebelum pengerupukan. Kendati demikian untuk karya terbaik satu dua dan tiga tetap akan menjadi penilaian

istimewa
Ilustrasi - Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung memastikan semua ogoh-ogoh akan dinilai atau dilombakan. Bahkan untuk lomba kali ini, 21 karya nantinya akan dipentaskan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung dengan bentuk pawai. 

TRIBUN-BALI.COM  – Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung memastikan semua ogoh-ogoh akan dinilai atau dilombakan. Bahkan untuk lomba kali ini, 21 karya nantinya akan dipentaskan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung dengan bentuk pawai.

Pelaksanaan pawai sendiri akan berlangsung sebelum pengerupukan. Kendati demikian untuk karya terbaik satu dua dan tiga tetap akan menjadi penilaian juri.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan untuk lomba ogoh-ogoh tahun 2025, sebanyak 594 karya ogoh-ogoh akan dinilai secara berjenjang. Dari jumlah tersebut, 21 karya terbaik akan dipilih untuk mengikuti pawai di areal Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.

Baca juga: INISIAL Pelaku P, Titik Terang Buronan Pembunuh Kadek Parwata, Kos Digerebek Teman Wanita Ditanyai!

Baca juga: Mahasiswa Kirim Karangan Bunga ke Kemenkeu Wilayah Bali, Buntut Anggaran Pendidikan Dipangkas

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha. Semua Ogoh-ogoh di Badung Bali Dinilai, Rencana 21 Terbaik akan Dipentaskan di Puspem
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha. Semua Ogoh-ogoh di Badung Bali Dinilai, Rencana 21 Terbaik akan Dipentaskan di Puspem (Tribun Bali/I Komang Agus)

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menilai proses pembuatan ogoh-ogoh, tahun ini akan ada lomba khusus bagi 21 ogoh-ogoh terbaik dalam Festival Ogoh-ogoh Kabupaten Badung,” ujarnya

Disebutkan, pawai ogoh-ogoh di Puspem Badung direncanakan berlangsung selama dua hari pada 21-22 Maret 2025. Lokasi utama yang dipertimbangkan adalah area depan Balai Budaya Giri Nata Mandala.

Namun, Sudarwitha menyebutkan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan alternatif lain, seperti Pantai Kuta.

“Tujuan dari pawai ini adalah agar masyarakat dapat menikmati secara langsung keindahan fisik ogoh-ogoh serta atraksi yang disuguhkan. Kami ingin menciptakan antusiasme sejak awal sebelum malam Pengerupukan, sehingga kemeriahan ini bisa lebih terasa,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya mengaku, saat ini sedang memantapkan pelaksanaan parada. Nantinya semua sekaa juga diharapkan menampilkan yang terbaik dari hasil karya yang dibuatnya.

“Mungkin ditampilkan fragmen, bentuk ogoh-ogoh termasuk juga teknologi yang digunakan,” imbuhnya.

Seperti diketahui untuk anggaran atau dana kreativitas pemuda di Badung sudah dipastikan terealisasi. Bahkan untuk di Badung semua sekaa mendapatkan dana sebesar Rp 25 juta. (gus)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved