Berita Denpasar
25,58 Ha Persawahan Terdampak Cuaca Ekstrem, Dinas Pertanian Klaim Asuransi Telah Diajukan
Pada tahun 2025 ini, AUTP seluas 1700 Ha dengan APBD menanggung 20 persen atau Rp 36.000 per ha per musim tanam.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Cuaca ekstrem yang melanda Denpasar menyebabkan banyak lahan pertanian terdampak. Salah satunya di kawasan Desa Sanur Kauh, banyak padi yang rebah.
Karena hal itu, beberapa petani memutuskan panen lebih awal sehingga hasilnya tak maksimal. Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat, ada 25,58 hektar lahan sawah yang terdampak cuaca ekstrem selama Januari hingga Februari 2025.
"Cuaca ekstrem menyebabkan sawah kebanjiran yang merusak pertanaman padi dan juga rebah," kata Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura IGAN Anggreni Suwari saat dihubungi, Selasa, (18/2).
Baca juga: KOSTER & Kepala Daerah se Indonesia Dijemur di Monas, Jalani Gladi Bersih Sebelum Pelantikan!
Baca juga: DPO Kejati Bali I Wayan Depa Diringkus di Batam, Terkait Kasus Penggelapan, Simak Beritanya!
Adapun kawasan yang terdampak di antaranya di Subak Tegallantang 5,79 Ha, Subak Renon 1,8 Ha, Subak Sidakarya 3,5 Ha, Intaran Barat 2,5 Ha. Kemudian Kerdung 3,15 Ha, Kepaon 2,35 Ha, dan Margaya seluas 6,49 Ha.
"Sehingga total sawah di Kota Denpasar yang terdampak seluas 25,58 Ha dari total luas lahan pertanian 1658 Ha," imbuhnya.
Terkait hal itu, Dinas Pertanian Kota Denpasar mempunyai kebijakan dalam rangka pengamanan produksi padi dengan memberikan asuransi usaha tani (AUTP) kepada petani di Kota Denpasar.
Pada tahun 2025 ini, AUTP seluas 1700 Ha dengan APBD menanggung 20 persen atau Rp 36.000 per ha per musim tanam. Sedangkan APBN menanggung 80 persen atau Rp 144.000.
"Dengan demikian petani di Kota Denpasar ditanggung asuransi secara gratis," paparnya.
Pihaknya menambahkan, untuk proses klaim semua subak yang mengalami kebanjiran bulan Januari hingga Februari 2025 sudah diajukan kepada PT Jasindo. Dan saat ini masih dalam tahap proses pemeriksaan berkas.
"Artinya, subak yang berpotensi terkena banjir sudah diikutsertakan dalam program AUTP Tahun Anggaran 2024 seluas 1.700 Ha. Dan memasuki tahun 2025 ini, Pemkot Denpasar melalui Distan sudah memproteksi sawah di Kota Denpasar dengan AUTP serupa dengan luas cakupan seluas 1.700 Ha pula," paparnya.
Asuransi ini terbagi dalam 2 musim tanam yakni musim tanam II seluas 268 Ha, dan musim tanam III seluas 1.432 Ha. (sup)
| Gede Gasak 6 Gadget, Jebol Plafon dan Gerinda Tembok Pusat Gadai di Denpasar |
|
|---|
| DBD di Denpasar Tunjukkan Tren Penurunan, Hingga April 2026 Tercatat 96 Kasus |
|
|---|
| Kurangi Lahan Tak Produktif di Denpasar, Lahan Bera Ditanami Jagung Manis |
|
|---|
| Digitalisasi Bansos 2026, Dukcapil Denpasar Kejar Aktivasi IKD untuk 35 Ribu Penduduk Desil 1 - 5 |
|
|---|
| Aturan Pembuangan Sampah Bagi Pedagang di Pasar Denpasar Mulai Dilonggarkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wq2gvwe3hber4n.jpg)