Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kalender Bali

Alat Kerja Hingga Mobil Klasik di Tuksedo Studio Bali Diupacarai Saat Tumpek Landep

Tumpek Landep yang merupakan pemujaan untuk Bhatara Siwa sebagai Sang Hyang Taksu atau Sang Hyang Pasupati.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Prosesi puncak upacara Tumpek Landep yang berlangsung di Tuksedo Studio. Alat Kerja Hingga Mobil Klasik di Tuksedo Studio Bali Diupacarai Saat Tumpek Landep 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pada hari ini, Sabtu 22 Februari 2025, umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Tumpek Landep yang dirayakan setiap 210 hari atau 6 bulan sekali.

Dan perayaan Tumpek Landep pun digelar di Tuksedo Studio yang berlokasi di Jl. Tukad Tampuagan No.356, Ketewel, Sukawati, Gianyar, Bali.

Seluruh peralatan berunsur logam yang ada di sini termasuk mobil-mobil sport klasik dalam proses pembuatan tak luput diberi tirta (air suci).

“Mengingat kita tidak hanya alatnya tetapi apa yang dihasilkan itu sangat erat kaitannya dengan logam. Kedua alat kerja kita di sini hampir semuanya manual dan konvensional yang unsurnya sama,” ujar Co Founder Tuksedo Studio, Laksamana Gusti Handoko, Sabtu 22 Februari 2025. 

Baca juga: Meningkat Jelang Tumpek Landep, Jasa Cuci Motor Napi Rutan Negara Diserbu Warga

Ia menambahkan, upacara ini penting buat Tuksedo Studio tidak hanya sekedar formalitas menghormati apa yang ada budaya dan adat di Bali tetapi kita benar-benar mengharapkan berkat dari tanah ini ibaratnya ‘dimana kaki di pijak di situ langit dijunjung’. 

“Itu sebenarnya hari ini yang kita lakukan maksud dan tujuannya. Tapi secara umum kami memanfaatkan momen ini sebagai silaturahmi dengan rekan terdekat mulai dari perangkat desa, rekanan-rekanan kami, tetangga, karyawan,” imbuh Gusti.

Bagi mereka kekuatan fondasinya itu dimulai dari warga terdekat yang ada di dekat. 

“Secara umum hari ini yang kita upacarai satu adalah alat kerja dan tempatnya itu sendiri, kedua mobil yang baru jadi dan satu kapal yang belum kita launching. Mobil yang diupacarai tadi ada Porsche 356, Porsche 550 dan satu kapal tipe Barrel Back,” jelas Gusti.

Tumpek Landep yang merupakan pemujaan untuk Bhatara Siwa sebagai Sang Hyang Taksu atau Sang Hyang Pasupati.

Maknanya adalah ketajaman pikiran serta pembersihan Tri Sarira yang terdiri atas Stula Sarira, Suksma Sarira dan Antah Karana Sarira.

Selain itu, saat ini juga lumrah ditemui masyarakat mengupacarai kendaraan baik sepeda motor maupun mobil, komputer dan barang elektronik lainnya.

Namun upacara itu bukan berarti memuja kendaraan tersebut.

Melainkan memohon kepada Sang Hyang Pasupati agar memberikan kekuatan sehingga alat tersebut bisa berguna dengan baik.(*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved