bisnis

KOSTER Bangga Cruise Anthem of The Seas Sandar di Pelabuhan Benoa, Bawa Setara Orang di The Nusa Dua

Sebelumnya secara fasilitas Pelabuhan Benoa memiliki Dermaga eksisting sepanjang 500 meter dan kedalaman alur dan kolam -12 LWS.  

ISTIMEWA/HUMAS PELINDO 3
Sandar - Kapal Cruise Anthem of The Seas milik Royal Caribbean Cruise Lines yang akan sandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar pada Jumat (28/2) pagi. Anthem Of The Seas membawa sekitar 4.279 penumpang dan 1.550 kru sehingga total menampung 5.829 orang. 

TRIBUN-BALI.COM - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Cabang Pelabuhan Benoa kembali mencatatkan sejarah. Setelah sepekan sebelumnya sukses menyandarkan tiga kapal Cruise secara bersama. 

Kali ini, Pelabuhan Benoa sukses mendatangkan dan menyandarkan salah satu kapal terbesar di dunia yang pernah singgah di Indonesia yaitu Anthem Of The Seas. Keberhasilan ini menjadi momentum Pelabuhan Benoa bertransformasi menjadi Home Port Cruise International. Anthem of the Seas memiliki panjang 348 meter dan membawa 5.829 orang penumpang termasuk kru kapal. 

Kapal Jumbo Anthem of the Seas milik Royal Caribbean Cruise Lines ini sukses bersandar di Pelabuhan Benoa pada Jumat (28/2) pukul 06.00 WITA. Proses penyandaran kapal raksasa ini melibatkan jasa pemanduan dan penundaan melalui 2 kapal tunda milik Pelindo. 

Sandarnya salah satu kapal terbesar ini disambut pemerintah pusat dan daerah dengan diadakan acara “Cruise Welcoming Ceremony Penyandaran Perdana Anthem of The Seas di Pelabuhan Benoa”.

Hadir pada kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Strategi Pelindo Prasetyo, dan sejumlah perwakilan stakeholder terkait lainnya.

Gubernur Bali Wayan Koster pun menyambut baik diadakannya kegiatan ini. “Ini acara penting karena sudah dirancang sejak lama waktu di periode pertama saya jadi Gubernur,” ujar Gubernur Koster.

Koster mengungkapkan, ia sudah pernah menghadiri kapal pesiar besar saat menjabat sebagai Gubernur Bali pada periode pertama. Namun kata dia, waktu itu kapasitasnya sekitar 2.000 penumpang.

Baca juga: AKSI KEJI Mas Pras Bakal Terungkap di Rekonstruksi, Polresta Denpasar Tangani 4 Kasus Pembunuhan 

Baca juga: KEBAKARAN Hari Ini, Pabrik Air Minum di Karangasem Hangus, Truk Paket Online Hangus di Gilimanuk!

Koster senang cruise kapasitas 5.000 lebih sandar di Pelabuhan Benoa.
Koster senang cruise kapasitas 5.000 lebih sandar di Pelabuhan Benoa. (ISTIMEWA)

Sedangkan sekarang ini, Anthem Of The Seas membawa sekitar 4.279 penumpang dan 1.550 kru. Jadi Anthem Of The Seas kemarin menampung sebanyak 5.829 orang penumpang termasuk awak kapal. 

“Banyak ini (jumlahnya) hotelnya saja tidak ada yang sepanjang ini di Bali, 1 kawasan Nusa Dua semua hotelnya daya tampungnya 5.000. Ini satu kapal 5.000 lebih orang, ini luar biasa,” kata Koster

Koster kembali mengungkapkan pada saat itu, kapal pesiar yang berbadan besar tidak bisa sandar di Pelabuhan Benoa akan tetapi sandar jauh di perairan. Kemudian ada masukan dari Pelindo waktu itu Cruise besar tidak bisa sandar karena di bawah jalurnya ada batu karang dan karangnya bukan karang biasa tetapi tempat suci. Koster pun meminta petunjuk spiritual ke Ida Pedanda untuk mengecek boleh tidak tempat suci di karang tersebut dipindah ke atas daratan. 

“Dan, itu diizinkan dengan upakara tertentu, ketika sudah diizinkan kita lakukan upakara memindahkan tempat sucinya. Baru karangnya dipotong dan butuh waktu cukup lama waktu itu sehingga begitu selesai karangnya diambil kapal sudah bisa lewat. Dan tidak lagi terganggu oleh karang yang ada di bawah sehingga kapal besar bisa masuk,” jelas Koster

Menurutnya kapal-kapal besar di Pelabuhan Benoa ini merupakan satu bagian dari strategi untuk pariwisata berkualitas karena penumpangnya merupakan orang-orang yang memang mampu. Pariwisata termasuk kebutuhan tersier ini, sehingga para wisatawan mancanegara adalah orang-orang mampu secara finansial.

Koster pun sempat melakukan pengecekan dan justru wisatawan yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Benoa membayar pungutan wisatawan (Pungutan Wisatawan Asing atau PWA) paling tertib.

“Kita akan terus membangun pariwisata di Bali ini yang berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat. Dan ini menurut saya bagian dari upaya terus mendorong sebagai upaya memajukan perekonomian Bali,” ungkap Koster

Ia menambahkan tahun ini, ada 70 lebih kapal pesiar akan masuk ke Bali. Disebutkan dari angka tersebut maka kemungkinan besar membawa wisatawan dengan jumlah banyak. “Bayangkan, itu 4 ribu kali 70-an kapal, khan banyak. Tentu saja ini kalau dibanding dengan yang melalui lewat udara masih jauh, tapi ini bagus,” ucapnya. 

“Bahkan tadi saya berdiskusi dengan Pak Wamen (Wakil Menteri) dan Bu Wamen mereka akan membantu pembangunan fasilitas pelabuhan di Celukan Bawang akan dikembangkan lagi supaya bisa kapal cruise ini sandar di sana,” sambung Koster

Sementara itu Direktur Strategi Pelindo, Prasetyo mengatakan, proses penyandaran kapal dengan keseluruhan (LOA) mencapai 347 meter, membawa sekitar 4.279 orang penumpang serta 1.550 orang awak kapal ini berjalan cukup lancar.

Di sisi darat pihaknya sudah menyiapkan alur dembarkasi dan embarkasi penumpang. Selain itu, Pelindo Regional 3 juga telah menyiapkan mobile gangway yang modern untuk mempermudah akses penumpang menuju dan dari kapal.

“Sebuah kebanggan bagi kami, bisa melayani Anthem of The Seas kapal terbesar yang pernah singgah di Indonesia. Ini spesial karena menjadi momentum kesiapan Pelabuhan Benoa menjadi Home Port Cruise International,” kata Prasetyo. 

Menurutnya, bersandarnya Anthem of The Seas di Pelabuhan Benoa ini bisa terlaksana berkat kerja keras tim dan dukungan semua pihak termasuk KSOP, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, pemerintah daerah dan para agen wisata yang menjalankannya. Dalam acara seremonial penyambutan Kapal Cruise Anthem Of The Seas ini juga turut dihadiri Deputi Staf Kepresidenan Syska Hutagalung, Komisaris Pelindo Jodi Mahardika dan Kapten Anthem Of The Seas Toni Kristian. (zae)

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan dan Ekonomi

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi Pelindo atas keberhasilan Pelindo melayani proses sandar Cruise Anthem Of The Seas. Rencana Pelindo yang akan menjadikan Pelabuhan Benoa sebagai Home Port Cruise International sejalan dengan program pemerintah menaikkan kunjungan wisatawan dan ekonomi dari pariwisata.

“Kami sangat mengapresiasi Pelindo atas keberhasilan mendatangkan kapal kapal pesiar berukuran jumbo. Dengan jumlah penumpang lebih dari 5.000 penumpang ini akan sangat berdampak terhadap perekonomian khususnya Bali,” ujar Ni Luh Puspa.

Apresiasi tinggi juga disampaikan Kapten Anthem Of The Seas, Toni Kristian kepada Pelabuhan Benoa atas penyambutan yang hangat dan fasilitas serta layanan yang prima dalam proses penyandaran perdana kapal Cruise Anthem Of The Seas.

“Kami sangat terkesan dengan penyambutan luar biasa ini. Fasilitas dan layanan Pelabuhan Benoa profesional terutama para pilot yang ditugaskan. Kami mendukung semoga rencana Pelabuhan Benoa sebagai home port segera terwujud,” kata Toni Kristian.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan membantu untuk transportasi laut karena transportasi di Bali sudah macet. Menurutnya, kemacetan di Bali tidak bisa diatasi dalam waktu cepat. “Nanti beliau (Wamenhub) membantu dari Nusa Dua ke Ngurah Rai itu bisa pakai water taxi. Idenya bagus ini Pak Wamen,” ujar Koster

Sebelumnya secara fasilitas Pelabuhan Benoa memiliki Dermaga eksisting sepanjang 500 meter dan kedalaman alur dan kolam -12 LWS.  Ini dirasa mampu melayani kunjungan kapal kapal jumbo. Tahun 2024 lalu, Pelabuhan Benoa sukses melayani 59 kunjungan kapal. Jumlahnya diprediksi meningkat hingga 77 kunjungan kapal pada tahun 2025. 

Sebelumnya, Pelabuhan Benoa juga mencatatkan sejarah penting dengan berhasil menyandarkan 3 kapal pesiar secara bersamaan pada Jumat (21/2). Ketiga kapal pesiar tersebut adalah Silver Nova, kapal pesiar mewah dengan panjang 244 meter yang membawa total 1.185 penumpang dan kru, Queen Elizabeth memiliki panjang 293 meter dan membawa 2.927 penumpang serta kru, serta Viking Sky dengan panjang 228 meter dan membawa 1.311 penumpang dan kru. Ketiga kapal pesiar ini tiba bersamaan sehingga total membawa kurang lebih 5.423 penumpang dan kru.

Plh Executive Director 3 Pelindo, Johannes Wahyu, menjelaskan kehadiran 3 kapal pesiar tersebut membawa dampak positif bagi perekonomian lokal dan sektor pariwisata Bali. Hal ini karena kapal tersebut membawa ribuan penumpang dan kru. Pengunjung dari kapal pesiar ini berkesempatan menikmati keindahan Bali dan belanja serta menikmati kuliner khas Bali yang pastinya meningkatkan daya tarik pariwisata Bali.

Johannes Wahyu menambahkan saat ini Pelabuhan Benoa memiliki dermaga timur sepanjang 500 meter, ke depannya dermaga khusus cruise akan dikembangkan hingga sepanjang 1.100 meter. Dengan Panjang dermaga tersebut maka mampu menerima 4 cruise sandar bersama. (zae)


Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved