Berita Bali

Pidato Pertama, Koster Soroti Praktik Prostitusi di Bali hingga Beli Aset Pakai Nama Warga Lokal

Gubernur Bali, I Wayan koster menegaskan bahwa pembangunan di Bali 5 tahun mendatang akan berlandaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. 

Istimewa
PIDATO - Gubernur Bali, Wayan Koster saat pidato pertama setelah dilantik, Selasa 4 Maret 2025. Ia menyoroti terkait praktik prostitusi hingga pembelian aset yang menggunakan nama warga lokal. 

Pidato Pertama Setelah Menjabat, Koster Soroti Praktik Prostitusi di Bali hingga Beli Aset Pakai Nama Warga Lokal

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, I Wayan koster menegaskan bahwa pembangunan di Bali 5 tahun mendatang akan berlandaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Yakni berlandaskan pada pesan leluhur warisan nenek moyang kesimbangan antara alam dan manusia.

Berdasarkan Data provinsi Bali sampai tahun 2024 jumlah kecamatan di bali (57) jumlah Desa Adat (1500), jumlah Desa (636) jumlah kelurahan (80).

Luas wilayah Bali 5.590 km2, 0,1 persen dari luas wilayah Indonesia 5.180.053 km2, jumlah penduduk Bali dengan 4.4 juta jiwa.

Atau sekitar 1,6?ri penduduk Indonesia dan pertumbuhan penduduk Bali  pertahun sebesar 0,66?ndrung melambat.

Melalui pembangunan semesta berencana dalam era baru untuk memujudkan kesehjatraan masyarakat bali, yang mengandung makna.

Baca juga: ATENSI Gubernur Koster! Segera Bangun Jalan Penghubung Gatsu-Canggu, Atasi Kemacetan dan Sampah

Menjaga kesucian dan menjaga keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali, yang sejahtera dan bahagia niskala-sekala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Triksakti Bung Karno.

Berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegritas dalam bingkai negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 juni 1945.

Baca juga: KOSTER Tegaskan Kepala Daerah PDIP se-Bali Tetap Solid, Siap Ikuti Retret Kepemimpinan Gelombang 2

 

“Keberhasilan ini merupakan anugerah luar biasa dari sang hyang widhi wasa, ida betara sesuhunan Ida dalem raja raja Bali."

"Guru guru suci, lelangit, dan leluhur bali, oleh karena itu pembangunan Bali tidak boleh keluar dari koridor wejangan."

"Leluhur yang telah diwariskan kepada kita,” tegas Koster menggarisbawahi filosopi sad kherti sebagai pondasi pembangunan Bali.

Mencakup penyucian dan pemuliaan enam elemen utama kehidupan atma, segara kerthi danu kerthi wana kherti jana kherti dan jagat kherti.

Permasalahan dan tantangan Bali ke depan selain memberi manfaat positif bagi kesejahteraan dan kebahagiaan .

Kehidupan masyarakat Bali, pembangunan Bali juga menimbulkan permasalahan terhadap alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved