Tol Gilimanuk Mengwi

ALASAN Tol Mengwi-Gilimanuk Dicoret dari PSN, Bali  Hanya Dapat Proyek Rp 891 Miliar di Jembrana!

PSN itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029

TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Temu kangen - Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam acara Bupati Gianyar, Made 'Agus' Mahayastra temu kangen masyarakat di Alun-alun Gianyar, Rabu (5/3). 

Akan tetapi pihaknya mendapatkan kabar terakhir bahwa proyek pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi tetap berjalan dan masih dalam tahap peninjauan kembali.

“Kami di Bali informasi terakhir yang saya peroleh dari (pemerintah) Pusat itu proyek nya tetap dijalankan memang saat ini lagi memperbaiki atau melakukan peninjauan kembali terhadap dokumen yang ada. Karena ada penyesuaian kembali dengan lahan untuk menghindari tempat-tempat suci dan lain sebagainya,” paparnya. 

DISKUSI - Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam acara Bupati Gianyar, Made 'Agus' Mahayastra temu kangen masyarakat di Alun-alun Gianyar, Bali, Rabu 5 Maret 2025.
DISKUSI - Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam acara Bupati Gianyar, Made 'Agus' Mahayastra temu kangen masyarakat di Alun-alun Gianyar, Bali, Rabu 5 Maret 2025. (Wayan Eri Gunarta-Tribun Bali)

“Itu yang sedang dilakukan karena kan ada perubahan dari ansolicited jadi solicited di mana pemerintah ikut terlibat di dalam pengerjaan proyek itu. Kalau putusan PSN itu saya rasa sudah keluar sudah lama bukan baru sekarang (masa periode pemerintahan Presiden Jokowi),” sambung Nursakti. 

Lebih lanjut ia mengatakan tol Mengwi-Gilimanuk tetap jalan seperti informasinya yang diperoleh pihaknya. Menurutnya, saat ini sudah berlangsung proyek tol Probolinggo-Banyuwangi, sehingga jika dilanjutkan ke Gilimanuk-Mengwi akan lebih baik. Karena tujuannya membantu untuk distribusi komoditi khususnya untuk kendaraan-kendaraan pengangkut antar pulau bisa lebih cepat jarak dan waktu tempuhnya. 

“Soalnya sekarang bisa dilihat sendiri beban ruas jalan di existing sendiri cukup tinggi, waktu tempuhnya terutama yang lama. Dengan adanya tol harapannya bisa sangat membantu mempercepat waktu tempuh dan lain sebagainya. Kita tetap berharap itu bisa dilaksanakan,” jelas Nursakti.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) kembali review kelanjutan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), usai meresmikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bandara Ngurah Rai pada Kamis (23/1) lalu mengatakan tentunya bukan hanya pihaknya namun Kemenko Ekonomi dan berbagai Kementerian atau lembaga terkait untuk review proyek tol Mengwi-Gilimanuk.

“Tetapi hal-hal yang perlu kita review kembali termasuk juga dilakukan sejumlah adjustment atau penyesuaian-penyesuaian itu juga akan dilakukan. Intinya kita ingin setiap pembangunan infrastruktur itu berdampak langsung kepada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ungkap Menko AHY waktu itu. 

Menko AHY menyampaikan pertimbangan kelanjutan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi harus dilihat dulu sesuai dengan rencana awalnya, kemudian progresnya seperti apa kemudian kendala-kendala lain. Karena bagaimana ini harus benar-benar dijalankan dengan tepat sasaran dan melihat serta mempertimbangkan aspek efisiensi.  

“Kita ingin dan beliau juga menekankan jangan sampai ada kebocoran-kebocoran dan juga kita sekali lagi infrastruktur itu harus benar-benar berdampak,” jelas Menko AHY.

Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi masuk dalam PSN di era Presiden Joko Widodo, namun sejak tahun 2022 progresnya mangkrak hingga sekarang. Pemerintah mencermati proyek PSN di era Jokowi bisa dilanjutkan atau tidak dan sebanyak 280 PSN di era Jokowi akan dikaji ulang oleh pemerintahan Prabowo.

Sebelumnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengumumkan update proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali. Berdasarkan dokumen BPJT, proyek Tol Gilimanuk–Mengwi kini masuk tahap prakualifikasi.  Jalan tol sepanjang 96,84 kilometer (km) ini menelan investasi hingga Rp 25,404 triliun.

“Lingkup proyek tersebut mencakup pendanaan, perencanaan teknis, pengoperasian, pemeliharaan untuk keseluruhan jalan tol serta pelaksanaan konstruksi pada porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT),” jelas dokumen BPJT yang dikutip pada Rabu, 11 Desember 2024.

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan melintasi 3 kabupaten yaitu Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung. Dari 3 kabupaten tersebut, terdapat 13 kecamatan dan 58 desa yang akan dilintasi proyek besar ini. Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi ini terbagi menjadi tiga seksi. Adalah Seksi 1 Gilimanuk–Pekutatan sepanjang 53,6 km, Seksi 2 Pekutatan–Soka sepanjang 24,3 km, Seksi 3 Soka–Mengwi sepanjang 18,9 km.

Kerja sama direncanakan dalam bentuk dukungan konstruksi pada Seksi 3 Soka (Tabanan)–Mengwi (Badung). Adapun proses kualifikasi akan dilakukan secara elektronik (daring) hingga Senin, 3 Februari 2025. Seluruh badan usaha baik badan usaha tunggal maupun berbentuk konsorsium dibolehkan untuk mendaftar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved