Tol Gilimanuk Mengwi

ALASAN Tol Mengwi-Gilimanuk Dicoret dari PSN, Bali  Hanya Dapat Proyek Rp 891 Miliar di Jembrana!

PSN itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029

TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Temu kangen - Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam acara Bupati Gianyar, Made 'Agus' Mahayastra temu kangen masyarakat di Alun-alun Gianyar, Rabu (5/3). 

TRIBUN-BALI.COM  - Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sebanyak 77 Proyek Strategis Nasional (PSN).

PSN itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, yang ditetapkan Prabowo pada 10 Februari 2025. 

Berdasarkan isi beleid tersebut proyek Tol Mengwi - Gilimanuk dicoret dalam PSN tersebut. Cakupan PSN antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), proyek-proyek yang berkontribusi langsung dan signifikan pada terwujudnya swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air, dan hilirisasi, serta proyek-proyek yang mendukung pencapaian sasaran Program Prioritas Presiden di bidang pembangunan manusia. 

Terdapat 77 PSN yang masuk dalam daftar indikasi PSN 2025-2029. Jumlah itu meliputi 29 PSN baru, dan 48 PSN carry over (lanjutan). Dari 77 PSN tersebut, satu di antaranya adalah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Dana yang dipakai untuk megaproyek PPN Pengambengan ini mencapai Rp 891 miliar, untuk menjadikan pelabuhan perikanan terbesar di Bali yang berstandar internasional. 

Selain itu juga Program Hilirisasi Kelapa Sawit, Kelapa, Rumput Laut yang berlokasi di Bali, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dengan pelaksana swasta.

Baca juga: CORET Tol Mengwi-Gilimanuk! Megaproyek Rp891 M di Jembrana Masuk 77 Daftar PSN Era Prabowo, Hanya 1?

Baca juga: JANJI Tinggal Janji! Proyek Tol Mengwi-Gilimanuk Terancam Berhenti, Prabowo-Gibran Tak Tepati?

SOSOK -  Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sebanyak 77 Proyek Strategis Nasional (PSN).

PSN itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, yang ditetapkan Prabowo pada 10 Februari 2025. 
SOSOK - Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sebanyak 77 Proyek Strategis Nasional (PSN). PSN itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, yang ditetapkan Prabowo pada 10 Februari 2025.  (Dok. Sekretariat Presiden)

Sementara sejumlah proyek tol masuk PSN lanjutan (Carry over) di RPJMN 2025-2029. Adalah Jalan Tol Serang-Panimbang lokasi Banten dengan pelaksana Kementerian Pekerjaan Umum; Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi lokasi Jawa Timur, pelaksana Kementerian Pekerjaan Umum dan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban lokasi Jawa Barat, pelaksana Kementerian Pekerjaan Umum. 

Gubernur Bali, I Wayan Koster pun telah mengetahui proyek Tol Mengwi-Gilimanuk. Hal itu diungkapkan ditemui di Alun-alun Gianyar dalam acara Bupati Gianyar - Wakil Bupati Gianyar temu kangen masyarakat, Rabu (5/3) malam.

Koster didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta mengatakan, belum masuknya rencana proyek Tol Mengwi - Gilimanuk dalam PSN dikarenakan masih ada hal yang masih harus diperbaiki. “Jalan tol masih ada kajian perubahan design,” ujarnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Bali itu menyatakan, sebenarnya jalan tol tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Bali. Sebab jalur tersebut saat ini selalu mengalami kemacetan.

Selain itu, jalur tersebut pun rawan kecelakaan lalu lintas. Mulai dari karena banyak tanjakan menikung, jalan dua arah ini juga masih digunakan oleh kendaraan besar, kendaraan keluarga dan sepeda motor, sehingga rawan kecelakaan. “Jalur ini macet dari Gilimanuk sampai Mengwi itu luar biasa, sehingga sangat mendesak,” ujarnya.

Terkait apakah pihaknya akan mencari investor atau swasta untuk membangun jalan tol tersebut, Koster belum bisa memastikan. Sebab menurut dia, pembangunan jalan tol membutuhkan biaya besar, karena tidak bisa dibangun secara bertahap. 

“Shortcut beda dengan tol. Kalau shortcut Singaraja-Mengwi bisa jalan terus. Tol ini harus proses lebih lanjut,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PERKIM) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha, menyampaikan jika mengenai daftar PSN itu merupakan kewenangan Presiden.

“Itu kan Bapak Presiden punya program prioritas dan lain sebagainya disesuaikan dengan kondisi negara. Jadi saya rasa itu keputusan Bapak Presiden. Pasti Presiden punya prioritas mana yang akan dibangun lebih dahulu,” ujar Nusakti kepada Tribun Bali, pada Rabu (5/36).

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved