Hari Raya Nyepi
Nanoe Biroe Buat Gerakan ‘Ogoh- Ogoh No Soundsystem’ Tahun 2025 di Bali
Kegiatan ini juga diisi sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-ogoh.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Musisi asal Denpasar, Nanoe Biroe menginisiasi gerakan Ogoh-ogoh No Soundsystem.
Gerakan ini bertujuan untuk mengembalikan esensi budaya pawai ogoh-ogoh dengan mengutamakan gamelan tradisional tanpa penggunaan sound system saat malam pawai ogoh- ogoh Nyepi Caka 1947.
Nanoe Biroe mengatakan sosialisasi “No Soundsystem” saat malam pawai ogoh- ogoh yang akan digaungkannya ini tercetus ketika melihat di malam Pengerupukan di area Catur Muka tahun lalu.
Di mana terselip iring- iringan sound system yang terlihat kurang elok dan terasa kurang cocok dengan pergerakan ogoh- ogoh.
Baca juga: 21 Ogoh-ogoh Terpilih Bakal Ikuti Parade di Puspem Badung, Juara 1 Rp 50 Juta
Terlebih lagi, saat pergerakan sekehe gambelan dihalangi iringan sound system dan suara gambelannya dikalahkan oleh suara soundsystem.
Ditambahkan Nanoe Biroe, sosialisasi Ogoh - ogoh “No Soundsystem” ini sekaligus sebagai pengingat bagi semua untuk mewujudkan malam pawai ogoh-ogoh di tahun 2025 yang damai.
Ia mengatakan, pada tanggal 13 Maret ini akan dimulai bergerak melakukan sosialisasi ogoh-ogoh “No Soundsystem”.
Kegiatan ini juga diisi sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-ogoh.
"Dibalik keterbatasan waktu dan hal teknis lain, kami harapkan tujuan mulia sosialisasi ini dapat secara tepat mengena di hati adik-adik Sekehe Teruna di Kota Denpasar,” ungkap Nanoe Biroe saat audiensi dengan Wakil Wali kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.
Arya Wibawa pun mengaku mendukung gerakan tersebut.
"Ini juga melanjutkan Komitmen dari Pemerintah Kota Denpasar yang sebelumnya telah tertuang di dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-ogoh. Tentunya selain upaya dari para pemangku kebijakan, adanya upaya dari pihak lain seperti seniman tentu akan kita sinergikan bersama melalui spirit Vasudhaiva Kutumbakam Menyama Braya mewujudkan Malam Pengerupukan Tahun Saka 1947 Tahun 2025 bebas Soundsystem," tegas Arya Wibawa. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kadek-Agus-Arya-Wibawa-Nanoe-Biroe-Buat.jpg)