Ramadan 2025
Antisipasi Antrean Kendaraan Mudik Lebaran, Dishub Bali Minta Pemudik Berangkat Sebelum Pengerupukan
kata Samsi persiapan mudik biasanya sudah dilakukan dari jauh hari sebab bertepatan dengan Nyepi.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 yang berdekatan dengan Nyepi berpotensi terjadi antrean kendaraan mudik yang masih ditemukan saat Nyepi sudah berlangsung di Bali. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan akan menyiapkan imbauan untuk para pemudik agar memperhitungkan hari untuk berangkat mudik.
“Nanti kita siapkan (imbauan) besok (hari ini) lagi dibahas Rakor berkaitan dengan ini dan kita berharap semua memperhitungkan jangan sampai tidak hitung apalagi di Bali bersamaan dengan Nyepi dan Idul Fitri,” jelasnya saat ditemui di Puspem Badung, Rabu 12 Maret 2025.
Terlebih, kata Samsi persiapan mudik biasanya sudah dilakukan dari jauh hari sebab bertepatan dengan Nyepi.
Dikhawatirkan jika pemudik berangkat mepet dengan malam Pengerupukan saat pawai ogoh-ogoh berlangsung maka akan terjebak di jalan.
Baca juga: Puncak Arus Mudik Diprediksi 28 Maret 2025, Penumpang Keluar Bali Diperkirakan 1,3 Juta Orang
“Kalau jalur mudik tidak ada (rekayasa lalu lintas) kita siapkan seperti biasa karena fokusnya paling banyak di Pelabuhan dan akan ada beberapa semacam area untuk penyanggaan di area di Jembrana,” kata dia.
“Kalau yang mau mudik jauh-jauh hari lah karena sekarang perhitungannya sebetulnya banyak yang mempersiapkan work from anywhere pada tanggal 24 Maret itu sebetulnya sudah diarahkan agar mudik memperhitungkan waktu. Jangan sampai nanti pas mudik tidak bisa bergerak,” tandasnya.
Disinggung mengenai apakah tetap diadakan pawai ogoh-ogoh ada di jalur Gilimanuk?
Samsi menjelaskan pawai ogoh-ogoh akan seperti biasa dipusatkan di beberapa tempat.
“Tunggu setelah Nyepi. Jangan berangkat Bali kan tidak gede-gede amat. Kalau jelas-jelas mau Nyepi jangan berangkat. Artinya diimbau agar sebelum pengerupukan sudah mudik,” bebernya.
Untuk kenaikan tiket mudik khususnya di bandara diharapkan Samsi akan terjadi penurunan. Sementara untuk tiket mudik dengan bus masih belum dapat diprediksi.
“Kalau begitu Nyepi kita stop (operasional di jalan dan pelabuhan). Nanti kita lihat seperti apa situasi di lapangan. Kita berharap mudik jangan naik roda dua bahaya kalau bisa mudik bareng,” tutupnya.
Sebelumnya, Polres Jembrana bersama instansi terkait mulai menggelar rapat persiapan Operasi Ketupat Agung 2025 di ruang VVIP ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Kamis 20 Maret 2025.
Rapat ini bertujuan untuk memetakan berbagai potensi serta kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2025 mendatang.
Prediksi awal, puncak arus mudik bakal terjadi H-3 Lebaran mengingat berdekatan dengan Hari Suci Nyepi akhir Maret mendatang.
Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Ryan Dewangga menjelaskan, prediksi awal puncak arus mudik Lebaran 2025 terjadi pada H-3.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.