Ramadan 2025
Polda Bali Gelar Operasi Ketupat, Pergerakan Jelang Nyepi dan Mudik Diprediksi 16,85 Juta Orang
Para instruktur sudah memberikan secara teknis dan taktis cara berbuat di masing-masing Satgas kepada para peserta
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pihak kepolisian memberikan beberapa perhatian khusus untuk mengantisipasi kerawanan dalam berbagai bentuk berkaitan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri yang berdempetan.
Dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Bali melaksanakan berbagai kegiatan adat seperti Melasti, Pengerupukan dan Pawai ogoh-ogoh, dilanjutkan Ngembak Geni.
Disaat yang bersamaan, umat Muslim masih melaksanakan ibadah puasa dan juga Salat Tarawih, serta adanya tradisi mudik bagi umat Muslim yang berimbas pada meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang maupun saat setelah Hari Raya Idul Fitri.
Menghadapi situasi ini, Polda Bali menggelar Latihan Pra Operasi Ketupat Agung-2025 di Gedung Presisi Polda Bali pada Rabu 19 Maret 2025 yang dihadiri para Kasatgas, Kasubsatgas dan para pejabat Ops, serta seluruh personil yang terlibat Ops.
Baca juga: Hari Raya Idul Fitri, Libur Sekolah Siswa Paud hingga SMP di Buleleng Diperpanjang Jadi 13 Hari
Dilanjutkan pelaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Ketupat Agung-2025” dalam rangka Harkamtibmas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang apel pasukannya digelar di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali pada, Kamis 20 Maret 2025.
Karoops Polda Bali Kombes Pol Soelistijono, S.I.K., M.H, memaparkan data sementara puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-3 atau pada Jumat 28 Maret 2025.
"Bersamaan dengan dimulainya cuti bersama Hari Raya Nyepi di Bali, dengan potensi pergerakan mencapai 16,85 juta orang atau 11,5 persen. Sedangkan perkiraan puncak arus balik adalah H+5 pada Minggu 6 April 2025 dengan potensi pergerakan 31,49 juta orang atau 21,5 persen," bebernya.
Ia menjelaskan, kegiatan Operasi Ketupat Agung ini sebagai upaya untuk mengimplementasikan 16 program prioritas Kapolri yang Presisi, khususnya pada poin 5 dan 6 tentang “Pemantapan Kinerja Pemeliharaan Kamtibmas” dan “Peningkatan Kinerja Penegakan Hukum”.
"Kami juga memperkenalkan layanan Hotline mudik Polri 110 untuk dapat membantu bagi para pemudik yang membutuhkan bantuan sesuai dengan slogan Polri Mudik Aman, Keluarga Nyaman," jelasnya
Para personel Polri yang terlibat dalam Ops Ketupat Agung ini sudah menjalani latihan dengan serius dan bersungguh-sungguh karena dituntut mengerti dan memahami seluruh materi yang diberikan para Instruktur.
"Sehingga para personil semua memiliki arah dan pedoman yang jelas dalam melaksanakan tugas Operasi Ketupat Agung-2025," bebernya.
Para instruktur sudah memberikan secara teknis dan taktis cara berbuat di masing-masing Satgas kepada para peserta, sehingga out put pelatihan ini memberikan kesamaan persepsi di dalam pelaksanaan tugas di lapangan dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
"Ada potensi berbagai kerawanan Kamtibmas maupun Kamseltibcarlantas seperti gangguan keamanan, kemacetan atau laka lantas dan stabilitas harga sembako yang akibat tingginya permintaan masyarakat," kata
"Termasuk meningkatnya kejahatan konvensional juga perlu kita waspadai, aksi teroris dengan memanfaatkan momen perayaan Idul Fitri," imbuhnya yang juga bertindak sebagai Direktur Latihan Pra Operasi Ketupat Agung-2025 itu.
Perubahan cuaca yang tidak menentu di beberapa wilayah Indonesia termasuk Bali yang berpotensi terjadinya bencana alam seperti banjir, hujan badai, angin kencang/puting beliung maupun tanah longsor juga menjadi perhatian personel kepolisian. (*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.