Berita Jembrana
Pemkab Jembrana Realisasikan Mobil Pikap Untuk Desa Adat, Upaya Jaga Kelestarian Tradisi dan Adat
Pemkab Jembrana Realisasikan Mobil Pikap Untuk Desa Adat, Upaya Jaga Kelestarian Tradisi dan Adat
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Puluhan kendaraan pikap warna hitam nampak berjejer di kawasan Gedung Kesenian Bung Karno Kota Negara, Jembrana, Selasa 25 Maret 2025.
Adalah bantuan kendaraan operasional dari Bang-Ipat untuk desa adat di Jembrana.
Kendaraan ini digunakan desa adat untuk serangkaian kegiatan adat, tradisi, seni dan budaya di wilayahnya masing-masing. Diharapkan dimanfaatkan dengan baik dan jangan disalahgunakan.
Baca juga: Dibantu Pemuda Banjar Pasuwitran, ST Suralaga Wangaya Kelod Target Ogoh-ogoh Bisa Tuntas Malam Ini
Menurut data yang berhasil diperoleh, total ada 21 mobil yang diberikan kepada Desa Adat pada launching tahap pertama.
Sisanya atau sebanyak 49 unit lagi bakal dilanjutkan di bulan depan. Sehingga total jumlah mobil program pikap untuk desa ini sebanyak 70 unit.
Rinciannya 64 Desa adat dan sisanya desa yang tidak memiliki Desa Adat.
Baca juga: Penyebab Kebakaran Villa Devalya di Ungasan, Ada Unsur Kesengajaan, Rekaman CCTV Jadi Bukti Kuat
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Bang-Ipat) secara langsung menyerahkan kepada 21 Desa Adat yang menjadi penerima. Mobil baru warna hitam dilengkapi stiker tulisan masing-masing desa adat tersebut dalam kondisi baru.
"Saat ini baru 21 unit, sisanya akan kita berikan bulan depan," kata Kembang didampingi Ipat.
Menurutnya, selama ini mobil pikap sebagai sangat dibutuhkan oleh Krama untuk berbagai kegiatan berkaitan dengan tradisi, adat, budaya, agama di Jembrana. Secara umum, mobil operasional ini dipersilahkan bisa dimanfaatkan masyarakat sepanjang itu berkaitan dengan kegiatan yang dimaksud.
"Kami juga berikan dana operasional Rp5 juta per tahun untuk per unit. Juga termasuk perawatan kendaraan itu sendiri," tegasnya.
Disinggung mengenai pengawasan penggunaannya nanti, Kembang menegaskan mobil tersebut telah dilengkapi stiker dan bertuliskan nama desa adat. Sehingga, kegiatannya hanya untuk yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
"Ini jadi tanggung jawab desa adat masing-masing. Harapan kami dijaga dan dirawat sehingga bisa minimal 15 tahun kedepan," harapnya.
Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Trotoar Jalan Pelabuhan Gilimanuk, Sempat Keluhkan Ini |
![]() |
---|
Warga Jembrana Bali Keluhkan Penipuan dan Judol, Polisi: Gunakan Platform Resmi |
![]() |
---|
BENDERA Peringatan Rawan Berenang Dipasang di Teluk Gilimanuk, Imbauan Keselamatan Beraktivitas |
![]() |
---|
KEPALA Nengah Terbentur Keras di Jalur Tengkorak Jembrana, Aspal Penuh Bercak Merah |
![]() |
---|
Lima Rumah Warga Jembrana Diterjang Gelombang Tinggi, Dua KK Mengungsi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.