Berita Denpasar

Pemkot Denpasar Anggarkan 20 Unit Program Bedah Rumah di Tahun 2025, Kedepankan Ciri Khas Bali

Pemkot Denpasar Anggarkan 20 Unit Program Bedah Rumah di Tahun 2025, Kedepankan Ciri Khas Bali

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
istimewa
BEDAH RUMAH - Penyerahan bantuan rumah layak huni tahun 2024 kemarin 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Program bedah rumah atau perbaikan rumah tidak layak huni berlanjut di Kota Denpasar.

Dimana tahun 2025 ini, dianggarkan untuk 20 unit program bedah rumah.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara menjelaskan ke depan, bantuan bedah rumah atau Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni menjadi Layak Huni secara bertahap akan terus ditingkatkan.

Baca juga: WAYAN SUARJANA Dipukuli Membabi Buta, Dibalas Pembunuhan Gunakan Pedang di Buleleng

Termasuk juga bantuan perlengkapan rumah tangga.

"Hal ini untuk membantu masyarakat Kota Denpasar, sehingga perbaikan rumah dapat lebih baik lagi dengan dilengkapi berbagai perabotan, dan mencapai  rumah sehat layak huni yang berkelanjutan," kata Jaya Negara.

Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan, sebelumnya di Tahun 2024 Pemkot Denpasar telah merealisasikan total 35 Unit dengan menyasar Rumah Tidak Layak Huni masyarakat kurang mampu.

Baca juga: KEJAM! Aksi Begal di Klungkung, Bu Yuli Sudah Pasrah Berikan Motor Malah Ditikam di Wajah

Jumlah tersebut terdiri atas Bantuan RLH yang dilaksanakan pada Anggaran Induk dan Anggaran Perubahan TA. 2024. 


Selain itu juga terdapat 1 unit Bantuan CSR Rumah Layak Huni dari Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, 1 unit Bantuan CSR Rumah Layak Huni dari DPD Himppera Bali dan 1 unit Bantuan CSR Rumah Layak Huni dari DPD REI Bali.  


Pada tahun 2025 ini, Pemkot Denpasar kembali merealisasikan sebanyak 20 unit bantuan Rumah Layak Huni. 


Adapun anggarannya sudah mulai ditingkatkan yakni sebesar Rp 90 Juta. 


Dimana, dalam pelaksanaan realiasi bantuan bedah rumah ini, pembangunan juga mengedepankan style Bali sebagai identitas budaya dalam bangunan di Bali


Hal ini terbukti dengan tetap digunakannya ornamen Bali seperti Ikuh Celedu dan Bentala pada bangunan atap.


“Kami rancang secara berkelanjutan dirancang bantuan, sehingga perbaikan rumah dapat lebih baik lagi, dan mencapai rumah sehat yang layak huni secara berkelanjutan,” katanya


Terkait penetapan penerima, Cipta Sudewa mengatakan bahwa penerima bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni menjadi Rumah Layak Huni ini telah melalui berbagai tahapan dan verifikasi. 


Hal ini mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk selanjutnya di verifikasi oleh Tim dan dianggarkan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan terkait pengerjaan fisik. 


“Tentunya kami berharap Program bedah rumah/ Perbaikan RTLH akan terus memberikan manfaat sebagai progran pro rakyat dalam menyediakan rumah layak huni, mudah-mudahan segala upaya untuk memenuhi kebutuhan perumahan berkelanjutan yang layak bagi masyarakat dapat dioptimalkan,” harapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved