Hari Raya Nyepi
Usai Lebaran, Gubernur Bali Koster akan Bertemu MUI Bahas Pelanggaran Nyepi di Loloan
Koster menekankan pelanggaran Nyepi yang berulang kali terjadi sepantasnya tidak dilakukan.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, berencana akan bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh-tokoh umat muslim NU dan Muhammadiyah, termasuk organisasi lain.
Pertemuan ini akan membahas pelanggaran Hari Suci Nyepi di Jalan Katu Lampo, Lingkungan Loloan Timur, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.
Rencananya pertemuan ini akan dilakukan usai perayaan Hari Raya Idul Fitri.
“Habis Idul Fitri, saya bertemu dengan MUI, tokoh-tokoh umat muslim ada di NU dan Muhammadiyah dan termasuk organisasi lain membahas hal seperti Jembrana kemarin,” jelasnya pada saat ditemui di Jaya Sabha, Rabu 2 April 2025.
Baca juga: Momen Idul Fitri 1446 H, Erick Thohir Harapkan Timnas Indonesia Tampil di Piala Dunia 2026
Koster menekankan pelanggaran Nyepi yang berulang kali terjadi sepantasnya tidak dilakukan.
“Saya kira itu tidak sepantas dilakukan tentu harus menyikapi dengan cara yang baik tidak menimbulkan persoalan. Jangan sampai menyelesaikan masalah, menimbulkan masalah baru,” tutupnya.
Sebelumnya terjadi lagi, warga diduga tinggal di Jembrana tak menghormati Hari Raya Nyepi pada tahun 2025 di Bali, dengan keluar dan berkerumun di jalanan.
Tindakan ini tentu jadi bentuk tidak toleransi antar umat beragama.
Tindakan ini diunggah oleh salah satu akun media sosial Instagram dengan nama akun @global.bali.
Dalam video yang diunggah tersebut terlihat banyak sekali orang yang diduga adalah warga wilayah di sebuah desa di Jembrana yang keluar beramai-ramai di jalan.
Bahkan menghidupkan lampu dan berjualan seperti biasa di sepanjang jalan.
Kejadian ini diketahui terjadi di Jln. Katu lampo, Kelurahan Loloan timur, Kabupaten Jembrana, Bali.
Dalam video tersebut juga terlihat beberapa orang terlihat menyalakan petasan dan mengganggu warga yang merayakan Hari Raya Nyepi.
Akun @global.bali juga membuat deskripsi yang menunjukkan rasa kecewa.
Bahkan banyak komentar netizen yang mengecam tindakan tersebut.
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.