Ulah Pati di Bali

ANGKA Ulah Pati Bali Tertinggi di Indonesia, Terbaru Menimpa Polisi di Buleleng, Ini Kata DPRD!

Setelah mengetahui kondisi sang adik tergantung di selendang, langsung berupaya memotongnya kemudian memanggil orang tua dan sanak saudaranya.

Tribun Bali/Prima
ILUSTRASI - Angka tingkat ulah pati (bunuh diri) di Bali, menjadi yang tertinggi di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Indonesia Polri, yang menerima laporan kasus bunuh diri sepanjang 2023-2024, angka tingkat bunuh diri di Bali mencapai 3,07 atau ada 135 kasus ulah pati di Bali yang dilaporkan.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Angka tingkat ulah pati (bunuh diri) di Bali, menjadi yang tertinggi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Indonesia Polri, yang menerima laporan kasus bunuh diri sepanjang 2023-2024, angka tingkat bunuh diri di Bali mencapai 3,07 atau ada 135 kasus ulah pati di Bali yang dilaporkan. 

Hal tersebut disampaikan saat penyampaian pandangan umum Fraksi Partai Golkar, yang dibacakan Ni Putu Yuli Artini di Rapat Paripurna ke-12 DPRD Bali, Selasa 8 April 2025. 

“Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang berkisar 4,3 juta jiwa, angka tersebut tergolong tinggi,” jelasnya. 

Baca juga: RAIB 300 Gram Emas Dalam Tas, Lansia Asal Rendang Panik, Polisi Buru Cek CCTV di Galiran Klungkung!

Baca juga: Keluarga Puas Penampilan Putu Panji, Tak Keberatan Dicadangkan Saat Lawan Afghanistan U17

Terdapat beberapa faktor penyebab angka ulah pati (bunuh diri) tinggi di Bali, salah satu penyebab kasus bunuh diri di Bali seperti terbelit utang, terutama saat ini adalah judi online dan pinjol (pinjaman online). 

“Mohon Gubernur Bali mengkaji dan berkoordinasi, dengan pihak – pihak terkait sehingga dapat dilakukan pencegahan kasus bunuh diri di Bali,” tutupnya. 

Sebelumnya, kasus dugaan bunuh diri (ulah pati) kembali terjadi menimpa seorang anggota polisi yang bertugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Pancasari Polsek Sukasada Polres Buleleng

Aiptu MS ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di sebuah kandang sapi, Banjar Babakan, Desa Sambangan, Bali, pada Senin 7 April 2025, sekitar pukul 12.00 Wita.

Dikonfirmasi mengenai motif kasus dugaan ulah pati (bunuh diri) anggota polisi tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K mengarahkan untuk menghubungi humas atau Kapolres Buleleng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, polisi berusia 48 tahun itu ditemukan tewas dengan luka jeratan di leher yang pertama kali ditemukan oleh sang kakak, Gede W, setiba dari kebun. 

Setelah mengetahui kondisi sang adik tergantung di selendang, langsung berupaya memotongnya kemudian memanggil orang tua dan sanak saudaranya. 

Selendang warna biru yang digunakan untuk gantung diri, juga diamankan sebagai barang bukti. Selain jeratan di leher, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved