Berita Buleleng
Usulkan Penambahan 3 Titik CCTV, Dinas Kominfo Buleleng Berencana Pasang CCTV di Jalur Rawan
Upaya pengungkapan membutuhkan waktu lantaran minimnya keberadaan kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Peristiwa tabrak lari yang dialami Putu Suardana pada Senin (28/4) lalu, saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Satlantas Polres Buleleng.
Upaya pengungkapan membutuhkan waktu lantaran minimnya keberadaan kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Mengenai kurangnya keberadaan kamera CCTV, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statisik (Kominfo Santi) Buleleng, Ketut Suwarmawan mengaku akan berupaya mengusulkan penambahan CCTV, pada tahun anggaran berikutnya.
Paling tidak ada tiga titik jalur rawan yang akan dipasangi kamera CCTV. "Untuk usulannya kami coba minimal tambah di tiga titik dulu," ujarnya, Selasa (29/4).
Baca juga: Ribuan Krama Tumpah Ruah, Gelaran Upacara Ngusaba Pura Dalem Kupa dan Pura Dalem Nongan
Baca juga: AKBP Citra: Penting Cegah Tindak KDRT, 14 Kasus Kekerasan Libatkan Perempuan dan Anak di Jembrana
Mengenai lokasi penambahan CCTV, Suwarmawan mengaku perlu dilakukan kajian terlebih dahulu. Sebab dalam pemasangan CCTV perlu memperhatikan beberapa sarana pendukung. Mulai dari tiang, listrik, hingga jaringan internet.
"Kalau pemasangan di dalam kota, mungkin jaringan internet tidak menjadi kendala. Tapi kalau di luar wilayah kota Singaraja, kita masih berpikir jaringan internet dan listrik," katanya.
Suwarmawan mengaku saat ini pihaknya mengelola enam titik kamera CCTV di sejumlah ruas jalan. Dua titik di antaranya berada di Tugu Singa, dan masing-masing satu titik di Catuspata, Perempatan Udayana - Ngurah Rai, Diponegoro, dan jalan Yudistira (belakang RSUD Buleleng).
Pihaknya juga menjalin kerjasama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi vertikal lainnya yang memiliki jaringan CCTV, agar bisa diintegrasikan ke Buleleng Command Center (BCC).
"Kami telah bersurat ke berbagai OPD, BUMD, maupun instansi vertikal lainnya seperti kepolisian, agar kami diberikan akses CCTV, sehingga bisa diintegrasikan ke BCC. Sementara ini yang sudah terintegrasi adalah Mal Pelayanan Publik (MPP) dan PD Pasar," ucapnya.
Kata Suwarmawan, integrasi kamera CCTV ini tidak hanya untuk memantau terjadinya lakalantas. Namun juga untuk memantau kemacetan lalulintas maupun tindakan pelanggaran seperti buang sampah sembarangan.
Lantas disinggung mengenai anggaran yang dibutuhkan untuk penambahan CCTV,
mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Buleleng ini mengaku masih akan dilakukan kajian lebih lanjut.
Dikatakan dia, belum lama ini pihaknya sempat melakukan study banding ke Kota Malang dan meninjau langsung pusat kendali digital Kota Malang, yakni Ngalam Command Center.
Berdasarkan hasil komunikasi, biaya pemasangan CCTV dan penunjangnya butuh anggaran Rp 60 juta per 1 titik. "Itu CCTV dengan 2 kamera. Namun saya belum mengkaji secara detail. Jadi belum berani kasih angka berapa biaya yang dibutuhkan," tandasnya. (mer)
| COPOT 3 Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama, Bupati Buleleng Sebut Sudah Tidak Bisa Dibina Lagi! |
|
|---|
| GAK Mampu Bayar Waitress, Susila Nekat Gadai Motor Sukedana, Alasan Beli Nasi, Berakhir Dipenjara! |
|
|---|
| Kasus Penggelapan Seret Perbekel di Buleleng Memanas, Pelapor Cabut Permohonan Damai |
|
|---|
| Perangkat Desa Harap Kejelasan Status dan Kesejahteraan, Bupati Buleleng Koordinasikan ke Pusat |
|
|---|
| DISUNTIK Vaksin Polio dan Meningitis, Jadi Syarat Mutlak 109 Calon Haji Sebelum ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dinas-Kominfo-Santi-Buleleng-saat-memasang-kamera-CCTV-11.jpg)