Blackout di Bali

Bali Blackout, Organisasi 350 Indonesia Dorong Cita-cita Bali Mandiri Energi Segera Direalisasikan

Kasus blackout kali ini menunjukkan bahwa sistem ketenagalistrikan di Bali rapuh.

istimewa
Organisasi 350 Indonesia - Bali Blackout, Organisasi 350 Indonesia Dorong Cita-cita Bali Mandiri Energi Segera Direalisasikan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada 2 Mei 2025, listrik di seluruh Bali padam hampir 12 jam mulai pukul 16.00 Wita.

Padamnya listrik tersebut diduga disebabkan oleh gangguan pada kabel laut transfer Jawa-Bali yang menyebabkan seluruh pembangkit listrik lepas.

Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, yang menyebutkan bahwa gangguan tersebut dipicu oleh permasalahan teknis pada sistem transmisi PLN, sehingga menyebabkan padamnya beberapa pembangkit.

Kasus blackout ini bukan yang pertama terjadi di Indonesia. 

Baca juga: VIDEO Pengelola PLTU Celukan Bawang Jelaskan Kronologi Gangguan, Bantah Jadi Penyebab Bali Blackout

Sebelumnya, kejadian serupa juga menimpa Jakarta dan sekitarnya pada 2019 lalu. 

"Jika kita mengandalkan pembangkit terpusat, apalagi berbasis energi fosil, kejadian blackout seperti ini akan terus berulang. Ini bukan kali pertama—berdasarkan catatan media, ini adalah kasus keempat di sistem kelistrikan Jawa-Bali," kata Suriadi Darmoko dari organisasi 350 Indonesia dalam rilisnya.

Menurutnya, saat ini Bali masih bergantung pada jaringan pembangkit listrik energi fosil dan jaringan listrik antar-pulau. 

Kasus blackout kali ini menunjukkan bahwa sistem ketenagalistrikan di Bali rapuh.

"Sistem kelistrikan terpusat yang bertumpu pada energi fosil ini harus ditinggalkan," lanjutnya.

Menurutnya, Bali sebenarnya sangat mungkin lepas dari ketergantungan terhadap energi fosil dan sistem pembangkitan terpusat. 

Center for Community Based Renewable Energy (CORE) Universitas Udayana bersama Greenpeace Indonesia menemukan bahwa potensi energi surya di Provinsi Bali merupakan yang paling tinggi, yaitu sekitar 98 persen dari total potensi energi terbarukan di Bali

Potensi energi matahari di pusat kabupaten/kota di Bali berkisar antara 4,01–6,13 kWh/m⊃2;/hari, dengan rata-rata 4,89 kWh/m⊃2;/hari. 

Bali memiliki iradiasi solar antara 1.490 hingga 1.776 kWh/m⊃2;/tahun—melebihi standar kelayakan proyek energi surya di Eropa, yaitu 900 kWh/m⊃2;/tahun.

"Total potensi energi surya di Provinsi Bali dapat mencapai 113.436,5 GWh per tahun, jauh melebihi permintaan energi pada tahun 2027 yang diperkirakan hanya 10.014 GWh per tahun," paparnya.

Cita-cita Bali Mandiri Energi yang diusung Pemerintah Provinsi Bali harus segera direalisasikan. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved