Berita Klungkung
Pencarian Pemancing Hilang di Nusa Ceningan, Dipersulit Cuaca dan Lokasi Tebing Curam
Tim SAR gabungan pada Minggu (26/5/2025), melanjutkan pencarian terhadap pemancing yang hilang di tebing terjal kawasan Parangan Jepang Ceningan
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Pencarian Pemancing Hilang di Nusa Ceningan, Dipersulit Cuaca dan Lokasi Tebing Curam
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Tim SAR gabungan pada Minggu (26/5/2025), melanjutkan pencarian terhadap Rofinus Gheda Piku (48), seorang warga yang dilaporkan hilang saat memancing di tebing terjal kawasan Parangan Jepang Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali.
Proses pencarian dilakukan melalui penyisiran darat maupun laut.
Baca juga: Fathul Kaget Lihat Kaki Manusia, Pemancing Temukan Mayat Perempuan di Tukad Nyampuh Denpasar
Sulitnya medan pencarian dan kondisi cuaca yang kerap berubah, menjadi tantangan dalam upaya pencarian ini.
Lokasi pencarian yang dikelilingi tebing curam, ombak besar, dan arus laut yang kuat menjadi tantangan utama bagi tim gabungan yang terdiri dari Polsek Nusa Penida, Sat Pol Air Polres Klungkung, Koramil 04 Nusa Penida, Pos AL Nusa Penida, dan Basarnas.
Proses pencarian dilakukan melalui jalur darat dan laut, termasuk penyisiran garis pantai yang penuh risiko.
Baca juga: BAHAS Penyelesaian Konflik Kasepekang, Simakrama Kamtibmas di Nusa Penida, Polres: Jaga Kondusifitas
“Medan di lokasi kejadian sangat ekstrem, terutama karena akses menuju tebing sulit dan gelombang laut yang kerap tiba-tiba membesar,” ujar Kapolsek Nusa Penida AKBP Ida Bagus Putra Sumerta.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh tim tetap berkomitmen menggunakan semua kemampuan dan sumber daya yang ada untuk menemukan korban.
Cuaca yang kerap berubah cepat, disertai angin kencang, semakin mempersulit pencarian.
Namun upaya pencarian masih terus dilakukan.
Baca juga: DRAMATIS, Sopir Kehilangan Kendali hingga Banting Stir, Mobil Terbalik di Nusa Penida
Di tengah upaya tersebut, Kapolsek juga mengimbau masyarakat dan para nelayan yang berada di sekitar lokasi untuk turut membantu dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Jika melihat tanda-tanda keberadaan korban, segera hubungi petugas,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan kembali soal bahaya memancing di area tebing yang rawan gelombang tinggi.
Baca juga: Pemkot Denpasar Berkomitmen Wujudkan Kota yang Inklusif, Fasilitasi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus
Lokasi tersebut dikenal berbahaya karena ombak besar yang bisa datang sewaktu-waktu tanpa peringatan.
"Kami mengingatkan agar selalu berhati-hati, terutama saat memancing di tempat-tempat yang berisiko tinggi," ujar AKBP Putra Sumerta.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung di tengah tantangan medan dan cuaca yang berat. (*)
Beria lainnya di Pemancing Hilang
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.