Seputar Bali
11 Produsen Air Minum Kemasan Temui Koster, Jalan Tengah Polemik Larangan Kemasan Dibawah 1 Liter?
Sebanyak 11 produsen AMDK melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster perihal larangan penggunaan kemasan di bawah 1 liter
“Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup berencana memindahkan Hari Lingkungan Hidup ke Bali,”
“Bali akan jadi percontohan nasional karena kebijakan-kebijakan pro lingkungan yang telah berjalan di Bali,” kata Koster.
Gubernur asal Sembiran, Kabupaten Buleleng ini menambahkan bahwa Kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di Bali kini nyaris penuh, dan didominasi oleh sampah plastik sekali pakai khususnya kemasan air mineral.
Karenanya ia mendorong pelaku usaha agar lebih peduli pada keberlanjutan lingkungan, berperan aktif dalam menjaga Bali tetap bersih dari sampah plastik serta melahirkan inovasi-inovasi baru dalam menghadirkan produk AMDK yang ramah lingkungan.
“Tanggung jawab saya menyiapkan generasi penerus, juga menyiapkan ekosistemnya, peradabannya, untuk dilanjutkan sepanjang hayat,”
“Bali ini banyak dilirik wisatawan karena ekosistem dan budaya bagus,”
“Kalau rusak tidak ada yang datang, tidak akan bisa orang berinvestasi,”
“Wisatawan tidak datang, ekonomi tidak akan tumbuh. Makanya ekosistem budaya lingkungan harus bagus,” tandasnya.
Menurutnya pula, hal tersebut jadi bagian dari kebijakan ramah lingkungan di Bali meliputi berbagai inisiatif untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam dan meningkatkan keberlanjutan.
Ini mencakup transisi ke energi terbarukan, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta upaya untuk mengurangi emisi karbon.
“Tantangan Bali ini, adalah persaingan dengan negara -negara lain,”
“Begitu saya ekspos pembatasan sampah plastik dan minuman kemasan plastik dibawah satu liter, apresiasi datang dari berbagai negara, bahkan dipuji dunia,”
“Karenanya saya minta semua tertib kalau Bali mau survive, eksis dan berdaya saing kedepannya,” tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.