Pengeroyokan di Rutan

UNGKAP Sosok AI, Keluarga Tak Yakin Lakukan Tindak Asusila, Dari Keluarga Penceramah Agama?

Achmad menjelakan, bahwa sang adik memiliki kemampuan yang mendalam di bidang otomotif dan sudah menyelami bidang ini selama 25 tahun. 

TRIBUN BALI/ADRIAN AMURWONEGORO
TKP Kematian AI - Suasana Rutan Polresta Denpasar, pada Senin 9 Juni 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Achmad Sodikin, Kakak kandung tahanan tewas berinisial AI (35) mengungkapkan sosok korban, adalah orang yang ramah, gemar membantu dan punya banyak teman bahkan bakal diangkat sebagai Direktur Pondok Pesantren di Riau. 

Hal ini diungkapkan Achmad Sodikin, saat dijumpai Tribun Bali di Polresta Denpasar, Bali, pada Senin 9 Juni 2025 usai bertemu dengan pihak dari Polresta Denpasar untuk mendiskusikan kasus tersebut. 

"Adik saya ini dia orangnya ramah, bahkan kawannya dia ada lebih dari 400 orang, dia ini suka membantu orang lain," ujarnya. 

Pihak keluarga masih belum percaya 100 persen, kasus hukum yang menyeret nama anak kedua dari 3 bersaudara tersebut, di mana AI ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena kasus pencabulan.

Baca juga: TEWAS Mengapung di Aliran Sungai Jalan Sedap Malam, Anak Usia 4 Tahun Diduga Terjatuh, Ini Beritanya

Baca juga: NEKAT Lompat di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Sang Istri Alami Luka, Pasutri Cekcok Perjalanan ke Jawa!

Achmad Sodikin, kakak kandung korban, bersama kuasa hukum di Polresta Denpasar, pada Senin 9 Juni 2025.
Achmad Sodikin, kakak kandung korban, bersama kuasa hukum di Polresta Denpasar, pada Senin 9 Juni 2025. (TRIBUN BALI/ADRIAN AMURWONEGORO)

 "Mungkin ada unsur yang lain, dia baik-baik saja dan bayangkan ada 400 orang kawan dia dan mereka sendiri ketika saya datang ke sini mereka antusias datang kami berdoa bersama," ujarnya.

"Saya pribadi tidak percaya pasti ada indikasi yang lain, tapi kami keluarga tetap menghormati proses hukum ini, kami kooperatif," sambungnya.

Achmad menjelakan, bahwa sang adik memiliki kemampuan yang mendalam di bidang otomotif dan sudah menyelami bidang ini selama 25 tahun. 

Bahkan mereka dari keluarga berpendidikan, Achamd sendiri juga merupakan guru Bahasa Inggris dan penceramah anggota LP2A (Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama). 

"Saya sendiri juga seorang pendidik, saya juga anggota LP2A, penceramah pendakwah sering di Lapas untuk melatih warga binaan," tutur dia.

Achmad mengungkapkan, bahwa dia dan sang adik juga memiliki rencana mendirikan Pondok Pesantren di Riau dan korban AI inilah yang nantinya bakal menduduki posisi sebagai Direktur Utama untuk life skill anak-ana pesantren di bidang Otomotif. 

Oleh sebab itu, pihak keluarga sangat berharap nama baik sang adik dapat dipulihkan. "Kalau di Bali sudah 10 tahun jadi montir, dan dia suka membantu orang, bahkan di dompetnya suka banyak menyedikan uang Rp 2.000-an lebih dari Rp 100 ribu, itu untuk dibagi-bagikan ke orang-orang yang dia temui, seperti pengemis dan lain-lain," ucapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved