Berita Bali

Kasus Penembakan WNA Australia di Bali Dinilai Gores Citra Pariwisata 

Kasus Penembakan WNA Australia di Bali Dinilai Gores Citra Pariwisata 

TKP Penembakan - Situasi TKP Villa Casa Santisya Jalan Pantai Munggu Seseh
TKP Penembakan - Situasi TKP Villa Casa Santisya Jalan Pantai Munggu Seseh, Desa Munggu, Mengwi, Badung yang menjadi TKP penembakan dua WNA pada Sabtu 14 Juni 2025 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus penembakan dua warga negara asing (WNA) asal Australia pada sebuah Villa di Munggu, Badung Sabtu 14 Juni 2025 kemarin membuat citra pariwisata tergores.

Akibat insiden tersebut satu dari dua WNA tersebut berinisial ZR meninggal dunia. 

Pengamat Pariwista Prof. Dr. I Putu Anom, B.Sc., M.Par menanggapi, peristiwa penembakan ini tentu mempertanyakan soal keamanan wisatawan di Bali. Terlebih kasus kriminalisasi terjadi dengan menggunakan senjata api. 

Baca juga: CATATAN KELAM Desa Songan Kintamani, 2 Pembunuhan Sadis, Perselingkuhan dan Tajen

“Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti ini kan orang, wisatawan berpikir datang ke Bali. Dan sekarang ada media sosial yang membuat berita cepat tersebar," jelasnya pada, Selasa 17 Juni 2025. 

Menurutnya, Bali perlu meningkatkan kenyamanan dan keamanan wilayah. Terlebih dengan senjata api yang digunakan dalam kasus kriminalitas. Dimana sudah ada yang membawa senjata api selain aparat. 

Disinggung terkait seleksi wisatawan bermasalah yang datang ke Bali, Guru Besar Universitas Udayana ini mengatakan, itu cukup sulit dilakukan. "Jika dia datang ke Bali diijinkan oleh negaranya dan data kita juga meloloskan, kan bisa saja," terangnya. 

Baca juga: PENYEBAB AWAL! Mabuk Mangku Luwes Datangi Lokasi Tajen, Komang Alam Pun Lakukan ini

Kewaspadaan masyarakat termasuk wisatawan kata dia perlu ditingkatkan dengan adanya kasus-kasus seperti ini. Dia juga menyebutkan, kasus seperti ini tidak menutup kemungkin akan menambah travel warning dari negara-negara asal wisatawan. Setelah sebelumnya travel warning sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Australia. Ini dikarenakan Bali sudah tidak dianggap nyaman lagi. 

 


Dia juga melihat kasus lain, seperti perkelahian di Kalangan Tajen, di Songan, Bangli yang menambah ketidakamanan Bali. "Tidak hanya pedesaan, dimana-mana tidak aman kalau begini," tutupnya. 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved