Berita Gianyar

Kasus DBD di Gianyar Bali Selalu Tinggi, DPRD Gianyar Dorong PSN Serentak

Komisi IV mengusulkan penambahan personel tim jumantik di setiap desa untuk bekerja maksimal dalam mencegah kasus DBD. 

istimewa
Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Putu Gede Pebriantara. Kasus DBD di Gianyar Bali Selalu Tinggi, DPRD Gianyar Dorong PSN Serentak 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gianyar, Bali, meningkat tajam, mencapai hampir 1.400 kasus hingga bulan Mei 2025. 

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah kasus DBD di Gianyar mencapai 1.398 kasus, dengan rincian 189 kasus di bulan Januari, 296 kasus di bulan Februari, 304 kasus di bulan Maret, 331 kasus di bulan April, dan 278 kasus di bulan Mei.

Menanggapi hal ini, Komisi IV DPRD Gianyar telah mengantisipasi lonjakan kasus DBD dengan memanggil Dinas Kesehatan lewat rapat kerja komisi IV. 

Dalam rapat tersebut, mereka sepakat melakukan langkah-langkah preventif untuk menekan kasus DBD yang meningkat akibat perubahan musim.

Baca juga: 82 Kasus DBD Ditemukan di Jembrana, Tren Jauh Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

"Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak) dan membersihkan lingkungan harus dilakukan secara serentak untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti," ujar Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Putu Gede Pebriantara, Kamis 26 Mei 2025.

Politikus PDIP asal Desa Batuan, Kecamatan Sukawati itu juga mendorong pelaksanaan PSN serentak pada bulan Juli untuk mengantisipasi meningkatnya kasus DBD. 

"Ini penting karena untuk mengantisipasi meningkatnya kasus DBD memang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, pemerintah dan masyarakat," ujar Dewan tiga periode itu.

Dalam rapat yang telah digelar bersama Dinas Kesehatan, kata Pebri, Komisi IV juga mengusulkan penambahan personel tim jumantik di setiap desa untuk bekerja maksimal dalam mencegah kasus DBD. 

Selain itu, mereka juga meminta penambahan anggaran untuk program pencegahan DBD di Dinas Pendidikan dan desa.

"Ayo kita gotong royong PSN bareng-bareng sehingga kasus DBD dapat kita minimalisir," ajak Ketua Komisi IV DPRD Gianyar itu. 

Dengan kerja sama dan langkah preventif yang tepat, diharapkan kasus DBD di Gianyar dapat diminimalkan dan tidak terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa).

Pantauan Tribun Bali sejak beberapa hari lalu, Dinas Kesehatan Gianyar terus melakukan upaya fogging di sejumlah desa di Kabupaten Gianyar

Namun menurut Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, fogging bukan upaya yang paling efektif dalam mengantisipasi DBD. 

Karena itu, dirinya menyarankan di setiap rumah tangga, harus ada satu kader yang aktif melakukan PSN. 

"Satu rumah harus ada satu kader," ujarnya. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved