Pendaki Asal Brasil Tewas
ALASAN RSUD Bali Mandara Dipilih untuk Autopsi Juliana Marins, Hasil Pemeriksaan Masih Dirahasiakan
ALASAN RSUD Bali Mandara Dipilih untuk Autopsi Juliana Marins, Hasil Pemeriksaan Masih Dirahasiakan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, LOMBOK – Pemindahan autopsi jenazah Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang tewas setelah jatuh di lereng Gunung Rinjani, ke RSUD Bali Mandara menuai pertanyaan publik.
Mengapa bukan dilakukan di rumah sakit tempat jenazah pertama kali dibawa, yaitu RS Bhayangkara Mataram?
Plt Kepala RS Bhayangkara Mataram, dr Mike Wijayanti Djohar, menjelaskan bahwa pemindahan dilakukan karena tidak tersedianya dokter forensik di Mataram pada waktu itu.
Tim medis RS Bhayangkara harus segera mencari alternatif demi kelancaran proses hukum dan menghormati permintaan keluarga korban.
"Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, kami memilih RSUD Bali Mandara karena bisa melayani paling cepat. Ini sudah kami koordinasikan dengan Polda Bali," jelas dr Mike, Kamis 26 Juni 2025.

Kejar Waktu dan Hormati Permintaan Keluarga
Menurutnya, keluarga Juliana ingin proses autopsi segera dilakukan agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Brasil untuk dimakamkan.
Baca juga: Autopsi Juliana Marins Dilakukan Tengah Malam di RSUD Bali Mandara, Pendaki Tewas di Gunung Rinjani
Waktu menjadi faktor krusial, dan tidak memungkinkan untuk menunggu ketersediaan dokter forensik di NTB.
“Proses ini sudah sangat berat bagi keluarga. Mereka ingin semuanya segera selesai,” tambah Mike.
Tiba di Bali, Autopsi Langsung Dilakukan
Jenazah diberangkatkan ke Bali melalui jalur laut dan tiba di RSUD Bali Mandara sekitar pukul 21.30 WITA, Kamis malam.
Tak lama setelah itu, proses autopsi langsung dilaksanakan hingga tengah malam.
Direktur RSUD Bali Mandara, dr I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, membenarkan hal tersebut.
“Memang autopsi langsung dilakukan begitu jenazah tiba karena memang sudah direncanakan malam itu,” ujarnya, Jumat 27 Juni 2025.
Hasil Autopsi Masih Dirahasiakan
Meski proses autopsi sudah rampung, pihak rumah sakit belum bisa mengungkap hasilnya karena berada dalam ranah kepolisian.
"Hasilnya masih ditangani oleh tim forensik, dan nanti akan kami serahkan ke penyidik," ucap Putra Dharma.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.