Pendaki Asal Brasil Tewas
Pendaki Brasil Tewas Di Gunung Rinjani, Ini Kronologi Hingga Hasil Autopsi, Basarnas Respons Cepat
Kebanyakan pada tubuh Juliana ditemukan luka lecet geser yang artinya tubuhnya tergeser dengan benda-benda tumpul .
Drone thermal sempat dikerahkan pada hari pertama, tetapi gagal mendeteksi keberadaan korban. Baru pada Senin, tubuh Juliana berhasil terlihat melalui pantauan drone.
Korban sempat berpindah posisi Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Yarman Wasur mengatakan, informasi awal menyebut korban jatuh ke jurang sedalam sekitar 200 meter.
Namun, saat tim SAR tiba dan menerbangkan drone, korban tidak lagi terlihat di titik yang diperkirakan.
"Setelah dicek, ternyata tidak ada lagi di tempat itu, sudah berpindah," ujar Yarman.
Tim sempat kehilangan jejak korban dan harus bermalam di area pencarian.
Kondisi cuaca yang tak menentu serta topografi ekstrem membuat proses pencarian berlangsung hingga beberapa hari.
Tali evakuasi yang tersedia hanya sepanjang 250 meter, padahal jurang yang harus dicapai sedalam 600 meter.
“Tali harus disambung secara manual dan tambatan tidak bisa dipasang dengan aman karena medan yang sangat curam,” jelas Syafii.
Evakuasi Menggunakan Vertical Lifting
Jasad Juliana akhirnya ditemukan pada Rabu 25 Juni 2025.
Tim SAR melakukan evakuasi dengan metode vertical lifting, lalu membawa jenazah melalui jalur pendakian menuju Posko Sembalun.
Dari sana, jenazah dievakuasi menggunakan helikopter ke RS Bhayangkara Polda NTB. Syafii menegaskan, seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar operasional dengan mengutamakan keselamatan tim penyelamat.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi di medan yang sangat sulit,” katanya.
Gunung Rinjani, yang menjulang setinggi 3.726 meter, dikenal sebagai salah satu destinasi favorit bagi pendaki lokal maupun mancanegara.
Namun, insiden jatuhnya pendaki bukanlah yang pertama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dokter-forensik-dan-pendaki-Gunung-Rinjani-89.jpg)