Berita Denpasar
Orangtua Siswa Kesulitan Akses Daftar SPMB, UPTD Disdikpora Akui Ada Kendala Teknis
Orangtua Siswa Kesulitan Akses Daftar SPMB, UPTD Disdikpora Akui Ada Kendala Teknis
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Hari pertama pendaftaran online Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026 di Provinsi Bali dikeluhkan orangtua siswa yang kesusahan mengakses sistem pendaftaran di laman bali.spmb.id. sejak pagi pukul 08.00 wita.
Hingga pukul 10.00 WITA, gangguan masih berlangsung dan sistem belum bisa diakses dengan optimal. Tanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Disdikpora Bali, Luh Made Seriarningsih, S.Kom., MAP., mengakui adanya kendala teknis dalam proses pendaftaran online.
Baca juga: Pembukaan Porprov Bali Digelar 10 Juli, Kirab Obor Diambil Dari Api Pura Pasar Agung Gunung Batur
“Siswa mengupload file rapor di atas batas maksimal, seharusnya maksimal 10 MB,” jelasnya pada, Senin 30 Juni 2025.
Ia menjelaskan, gangguan terjadi karena banyak calon murid mengunggah dokumen rapor dengan ukuran melebihi batas maksimal yang telah ditentukan sistem. Akibatnya, sistem menjadi lambat dan tidak dapat diakses secara optimal oleh sebagian besar pengguna.
Meski begitu, pihak Disdikpora Bali memastikan masalah tersebut sudah ditangani secara intensif. “Sampun ditindaklanjuti oleh tim teknis,” imbuhnya.
Baca juga: VIDEO Oknum Pendatang Dicerca usai Terciduk Membuang Sampah di Kawasan Wisata Ubud Gianyar Bali
Seriarningsih juga menegaskan bahwa secara umum sistem masih berjalan cukup lancar. Hingga Senin pagi, pendaftar melalui jalur nilai rapor telah mencapai lebih dari delapan ribu siswa.
“Dari sisi system masih cukup lancar. Sampai dengan saat ini, di salah satu jalur (yaitu jalur rangking nilai rapor) sudah ada 8.143 jumlah murid yang melakukan pendaftaran. Itu mengindikasikan system berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada kendala minor yang berasal dari perbedaan kualitas akses internet masing-masing calon murid. Proses unggah dokumen rapor yang berukuran besar, ditambah dengan jaringan internet yang terbatas, menjadi faktor yang memperlambat proses pendaftaran.
“Murid yang mendaftar dengan akses internet yang minim, proses mendaftarnya jadi cukup lama, karena ada proses unggah rapor dimana file rapornya pasti besar, dan jaringan internetnya pasti mempengaruhi calon murid saat upload, karena kan setiap device dan jaringan, pasti ada kapasitasnya, berapa dia bisa upload dan berapa dia bisa download,” ungkapnya.
Sebagai solusi, Disdikpora Bali telah melakukan penyesuaian agar calon murid yang mengalami kendala tidak wajib mengunggah dokumen rapor pada tahap awal pendaftaran.
“Saat ini kendala upload dokumen rapor sudah kami tangani, dan calon murid yang terkendala tidak wajib mengunggah dokumen rapor saat mendaftar. Nanti saat daftar ulang baru wajib membawa dokumen rapor aslinya,” tutupnya.
| Hindari Blackout Internet, Perumda BPS Denpasar: Warga Gunakan Provider yang Manfaatkan SJUT-IPT |
|
|---|
| Tahun 2026, Perumda Air Denpasar Buka 1.300 Sambungan Baru, Fokus Pada Penurunan Tingkat Kebocoran |
|
|---|
| Kantor Pertanahan Denpasar Pilih Pasif, Tanah Lahan Milik Puri Dijual di FB Viral |
|
|---|
| Gandeng IAI hingga HIPMI, Denpasar Youth Fest 2026 Hadirkan Tattoo Expo hingga Film |
|
|---|
| 2 Maling di Denpasar Bali Diciduk Polisi Usai Jadi Sorotan, PT dan OM Curi Tabung Gas di Tiga Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ILUSTRASI-BELAJAR-Cara-Daftar-SPMB-Bali-2025-Jenjang-SMASMK-Lewat-LINK-yang-Tersedia.jpg)