Panjat Tebing
Catatkan 6,27 detik di Final Piala Dunia Panjat Tebing Desak Rita Raih Emas di Polandia
Atlet panjat tebing asal Buleleng, Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mengharumkan nama Indonesia pada ajang Piala Dunia Panjat Tebing IFSC
Catatkan 6,27 detik di Final Piala Dunia Panjat Tebing Desak Rita Raih Emas di Polandia
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Atlet panjat tebing asal Buleleng, Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mengharumkan nama Indonesia pada ajang Piala Dunia Panjat Tebing IFSC 2025 seri Polandia, Minggu (6/7/2025).
Desak Made yang turun di nomor speed berhasil mempersembahkan medali emas.
Keberhasilan Desak Made ini juga diikuti oleh Raharjati Nursamsa di nomor speed putra.
Baca juga: Gagal di Perempat Final IFSC World Cup Bali 2025, Desak Rita Fokus Olimpiade 2028
Kesuksesan kedua atlet tersebut mengawinkan dua medali emas mengantarkan Indonesia sebagai juara umum di seri Polandia.
Disitir Tribun Bali dari laman Tribunnews, Desak Made tampil luar biasa di partai final.
Atlet panjat tebing asal Buleleng, Bali tersebut membukukan waktu 6,27 detik pada babak final.
Putri dari pasangan I Dewa Putu Sekar dan Jero Komang Sari Artini tersebut berhasil mengungguli atlet dari Amerika Serikat, Emma Hunt.
Pesaing dari Negeri Paman Sam itu sempat tergelincir dan menuntaskan waktu 7,56 detik.
Kemenangan ini menjadi medali emas pertama Desak Made sepanjang sepak terjangnya di turnamen World Cup.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi pembuktian atas statusnya sebagai juara dunia 2023 dan kini mulai tampil konsisten di turnamen dunia.
"Saya sangat bahagia, ini emas pertama saya sejak Kejuaraan Dunia di Bern. Pelatih selalu bilang untuk menikmati lomba, dan kalau saya bisa menikmati, saya bisa terus memperbaiki catatan waktu," kata Desak, disitir dari laman resmi IFSC.
Baca juga: Desak Rita Tak Ingin Larut Usai Gagal di IFSC 2025, Kini Fokus Bangkit Menuju Olimpiade 2028
Dengan hasil ini, Indonesia membawa pulang tiga medali dari Krakow, dua emas dari Desak dan Raharjati, serta satu perak dari Katibin.
Prestasi ini melampaui capaian Indonesia tahun lalu, yang hanya meraih satu perak dan dua perunggu sepanjang musim.
Kala itu Rajiah Salsabillah meraih perak di Seoul, sedangkan dua perunggu dipersembahkan Kiromal Katibin di Seoul dan Wujiang.
| Pertama Kali Ikut Ajang Internasional, Atlet Asal Gitgit Buleleng Sukses Rebut Medali Perunggu |
|
|---|
| Ikut Seri Dua Panjat Tebing, Kadek Linda Nilai Pesaing dari Kabupaten Ini Paling Berat |
|
|---|
| Tak Mau Gagal Seperti di Seri Satu, Kadek Linda Rela Lakukan Hal Ini untuk Seri Kedua Panjat Tebing |
|
|---|
| Si Tomboy Nadya Sangat Berambisi Tambah Koleksi Emas |
|
|---|
| Kecil-kecil Cabe Rawit, Tengok Prestasi Anak SDN 8 Dauh Puri Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/TURNAMEN-IFSC-Atlet-panjat-tebing-asal-Bulelang-Bali-Desak-Made-Rita-Kusuma-Dewi.jpg)