Kecelakaan di Bangli

Kisah Pilu Korban Kecelakaan Truk di Bangli, Tinggalkan 3 Anak, Garsana Pergi untuk Jual Dacin

Tewasnya I Wayan Garsana dalam kecelakaan lalu lintas di Jalur Kintamani - Bangli kawasan Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
OLAH TKP - Polisi saat melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas di wilayah Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Bali, Kamis 10 Juli 2025. Kisah pilu dialami seorang korban, Nengah Resep meninggal saat membuat bumbu di dapur rumahnya. 

Kisah Pilu Korban Kecelakaan Truk di Bangli, Tinggalkan 3 Anak, Garsana Pergi untuk Jual Dacin

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Tewasnya I Wayan Garsana dalam kecelakaan lalu lintas di Jalur Kintamani - Bangli kawasan Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli menyisakan kisah pilu.

Pria asal Banjar Bunteh, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar itu meninggal tiga orang anak. 

Satu anak masih mengenyam pendidikan SMK, SD dan satu anak belum sekolah.

Diketahui bahwa sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, pria yang karib disapa Gar itu, hendak menjual dacin, dan menjual mobil Feroza yang dibawanya saat ditabrak.

Bahkan pembeli Feroza tersebut sudah menunggunya di rumah.

Namun nasib berkata lain, mobil Feroza ringsek dan Gar pun pulang dalam keadaan meninggal dunia. 

Seorang warga setempat, I Made Tukik, Jumat 11 Juli 2025 mengatakan, kabar meninggalnya Gar memukul semua warga yang mengenalnya.

Baca juga: LANGIT di TKP Kecelakaan Bangli Tiba-tiba Gelap, 4 Orang Tewas Dihantam Truk Maut

Bahkan dirinya pun tak menyangka, karena malam hari sebelum kejadian, mereka sempat bersama.

"Malamnya kami masih bersama, tapi paginya ada kabar meninggal. Selama ini orangnya asih diajak bergaul, semua warga mengenalnya," ujar Tukik.

Tukik mengatakan, pagi hari sebelum kejadian, ada warga dari Tabanan yang datang ke banjar, menanyakan rumah Gar.

Disebutkan warga tersebut sudah memiliki janji dengan Gar dengan keperluan jual beli mobil.

Baca juga: Dirlantas Polda Bali Ungkap Penyebab Laka Maut di Bangli, Jenazah Masih Dititip di RSUD Bangli

Yakni, mobil Feroza yang dikendarai rencananya akan dijual. 

"Ada paman saya diajak ngobrol sama calon pembeli mobil. Ada di sana sekitar 25 menit. Saat Gar ditelepon, telepon hanya berdering, tapi tak ada yang mengangkat," ujar Tukik.

Terkait keperluan Gar ke Bangli, Tukik mengatakan akan menjual dacin.

Sebab selama ini, Gar dikenal suka membantu orang menjual barang atau sejenis calo. 

"Informasinya keluar rumah mau jual dacin.  Orangnya sudah menikah meninggalkan 3 anak, anak pertama sudah SMK, SD dan belum sekolah. Kemarin. Sudah dimakamkan di kuburan Banjar," ujar Tukik. (*)

 

Berita lainnya di Kecelakaan di Bangli

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved