Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jalan Rusak di Bali

Dampak Jalan Nasional di Tabanan Bali Jebol, Ruas Jalan Alternatif Alami Kemacetan

jalur Amlapura-Singaraja mengalami peningkatan volume kendaraan yang cukup siginifikan dalam beberapa hari terakhir. 

Tayang:
ISTIMEWA
Perbaikan jalan Denpasar - Gilimanuk yang kondisinya jebol dilakukan oleh Balai Jalan Nasional pada Selasa 8 Juli 2025. 

Setelah penutupan jalur utama Gilimanuk-Denpasar, menyusul jebolnya jalan di wilayah Bajera. 

Jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng itu, saat ini dipadati kendaraan besar seperti truk logistik.

“Beberapa hari ini banyak truk besar yang lewar jalur ini, padahal jalan tidak lebar dan banyak tikungan. Kami pengendara roda dua juga harus lebih hati-hati,” ujar seorang warga asal Desa Abang, Wayan Yudira, Minggu 13 Juli 2025.

Hal ini menjadi atensi jajaran Polres Karangasem, untuk memastikan lalu lintas di ruas jalan tersebut tetap lancar. 

Kapolres Karangasem, AKBP Joseph Edward Purba mengatakan, pihaknya tetap menyiagakan personel tambahan untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan arus lalu lintas di jalur.

“Kami juga telah menyiagakan personel Satuan Lalu Lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus lintas imbas dari pengalihan arus dari arah Gilimanuk ke Karangasem,” tambah AKBP Joseph, Minggu 13 Juli 2025.

Pihaknya mengungkapkan, sempat terjadi kemacetan panjang di Jalur Amlapura-Singaraja, imbas dari sebuah truk tronton pengangkut semen terperosok di Jalan Raya Lingkungan Berina, Banjar Dinas Tista Gede, Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, pada Jumat 11 Juli 2025 malam, sekitar pukul 20.30 Wita.

Sehingga pihaknya bergerak cepat melakukan penanganan, agar lalu lintas dapat kembali lancar. 

Pihaknya memastikan polres Karangasem siaga 24 jam untuk memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas di wilayah tersebut. 

Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi nomor darurat 110. 

“Kami mengimbau kepada para pengemudi, khususnya pengendara kendaraan berat, untuk selalu berhati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut, terutama pada malam hari,” jelasnya. 

Sementara itu, pengalihan arus lalu lintas tersebut juga membuat jalur Denpasar - Singaraja menjadi lebih padat dari biasanya. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra tak memungkiri adanya terjadi penumpukan arus lalu lintas. Khususnya perihal kemacetan, Gunawan mengatakan kebanyakan terjadi di jalur Gitgit menuju Wanagiri. 

Kemacetan ini akibat limpahan arus dari Denpasar yang hendak menuju Gilimanuk, demikian pula sebaliknya dari Gilimanuk menuju Denpasar. 

“Ini karena ruas jalan Gitgit menuju Wanagiri tikungannya pendek dan menanjak. Sehingga kendaraan besar yang memiliki beban berat, cukup sulit melakukan manuver. Apalagi juga sopirnya kurang berpengalaman. Alhasil terjadi kemacetan,” jelasnya dikonfirmasi Minggu 13 Juli 2025. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved