Laptop Chromebook di Bali
Laptop Chromeboox di SDN 2 Melinggih Gianyar Terpaksa Dikanibalisasi, di SMPN 3 Payangan Masih Bagus
Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook menyeret dua entitas bisnis besar, Google dan GoTo tengah didalami oleh Kejaksaan Agung.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laptop Chromeboox di SDN 2 Melinggih Gianyar Terpaksa Dikanibalisasi, di SMPN 3 Payangan Masih Bagus
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook menyeret dua entitas bisnis besar, Google dan GoTo tengah didalami oleh Kejaksaan Agung.
Sebab ditenggarai ada keterkaitan antara investasi dari Google ke Gojek (kini GoTo) dan pemilihan laptop Chromebook di Kemendikbudristek pada tahun 2019-2022.
Baca juga: Kasus Laptop Chromebook Jadi Sorotan, TK Terbanyak di Bali Dapat Bantuan dari Wilayah Jembrana
Seperti diketahui, laptop yang menjadi persoalan, adalah laptop dengan sistem operasi Chrome yang merupakan produk Google.
Bahkan saat ini, Kejagung telah menetapkan mantan Konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arif sebagai tersangka terkait pengadaan Chromeboox, dan telah memeriksa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi periode 2019-2024, Nadiem Makarim.
Baca juga: Laptop Chromebook di SD 1 Gunaksa Klungkung Banyak Rusak, Hanya Jadi Pajangan di Etalase
Berdasarkan data Kejagung, ada sebanyak 41.703 laptop Chromeboox yang disalurkan ke sekolah di Nusantara, dari tingkat PAUD hingga SMA.
Di Bali sendiri kebagian jatah sebanyak 453 laptop yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
Di Kabupaten Gianyar, terdapat enam sekolah yang menerima, terdiri dari 3 SD dan 3 SMP.
Bantuan tersebut diterima pada tahun 2020 lalu.
Baca juga: Pura-Pura Jadi Pacar, lqbal Gasak Hp, Laptop, Kamera hingga Kartu Debit di Panjer Denpasar Selatan
Dalam penelusuran Tribun Bali terhadap kondisi laptop tersebut, Jumat 18 Juli 2025, salah satunya di SD Negeri 2 Melinggih, Kecamatan Payangan, dari 15 unit laptop yang diterima, ada empat laptop Chromeboox yang tidak bisa digunakan lagi, karena tidak bisa diperbaiki.
Namun terdapat pula laptop yang lemot dan untuk menghindari mati total, laptop tersebut diperbaiki dengan cara mengkanibalisasi jeroan laptop yang mati, meskipun kondisi laptop yang diperbaiki dengan cara kanibal, tidak bisa berfungsi normal seperti pertama kali laptop diterima dari Kemendikbudristek.
Baca juga: Mengenal NPU Pada Laptop AI Tingkatkan Produktivitas Kinerja Generasi Milenial saat Tren Co-Working
Kepala SDN 2 Melinggih, Ida Bagus Sutarjana, membenarkan hal tersebut.
Kata dia, ada empat laptop Chromeboox yang saat ini tidak bisa dipakai.
"Sejak setahun lalu, empat laptop Chromeboox kami pensiunkan, hanya disimpan di gudang. Karena oleh teknisi, katanya tidak bisa diperbaiki. Ada pula laptop yang lemot, tapi oleh teknisi diperbaiki dengan cara mengambil jeroan laptop Chromeboox yang mati. Tapi tetap lemot juga, tapi tidak mati," ujarnya.
Terlepas dari kekurangan tersebut, dirinya tetap berterima kasih pada Kemenristek.
Sebab sebelum adanya pemberitaan laptop ini, pihaknya biasanya meminjam lab komputer tempat lain, agar siswanya bisa mengikuti ujian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
"Terlepas dari kekurangannya, saya berterima kasih pada alat itu. Pada saat saya diberikan, laptop ini sangat luar biasa membantu."
"Karena awalnya saat ujian ANBK, kami selalu meminjam laptop pada orangtua yang punya laptop, dan kami pinjam tempat yang punya lab komputer. Pada intinya, produk (Chromeboox) itu bagus bagi yang tak punya," ujarnya.
Namun demikian, tidak semua sekolah yang menerima bantuan laptop Chromeboox tersebut, kondisi laptopnya rusak.
Salah satunya di SMP Negeri 3 Payangan, yang berada di wilayah Desa Buahan Kaja.
Pihak sekolah mengungkapkan, dari 19 unit laptop Chromeboox yang diterima, sampai saat ini semuanya masih berfungsi bagus.
"Laptop Chromeboox yang kami terima ada 19 unit. Saat ini masih beroperasi normal," ujar Kepala SMPN Payangan, Gusti Ngurah Deli.
Ngurah Deli berharap Chromeboox yang ada di sekolahnya tidak mengalami masalah seperti di sekolah lainnya.
Sebab keberadaan laptop Chromeboox ini sangat diandalkan untuk siswa belajar tentang komputer.
Sebab di ketahui, SMP ini berada di pelosok Payangan, dengan anggaran yang dimiliki cukup terbatas, sehingga jika laptop tersebut mengalami kerusakan dan tak bisa diperbaiki, sehingga ditakutkan pihak sekolah tidak memiliki laptop lagi untuk kepentingan belajar-mengajar.
"Laptop Chromeboox ini kita pakai belajar komputer. Keberadaannya sangat membantu, karena wilayah kita di sini agak jauh dari kota," tegasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.