Berita Bali
5.631 Anak Muda Bali Bekerja ke Luar Negeri, Pemerintah Diminta Mengevaluasi UMR
berdasarkan kabupaten/kota, warga yang banyak memilih kerja ke luar negeri yakni berasal dari Kabupaten Buleleng jumlahnya 1.434.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Ketenakerjaan dan ESDM Provinsi Bali catatkan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Bali pada bulan Januari hingga Juni 2025 sebanyak 5.631 orang.
Dari 5.631 orang ini, 3.153 orang merupakan laki-laki dan sisanya 2.478 orang merupakan PMI perempuan.
Kepala Disnaker dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan mengatakan, negara terbanyak menjadi tujuan PMI adalah Turki dengan jumlah 1.940 orang.
Kemudian Italia sebanyak 1.936 orang dan Bulgaria sebanyak 382 orang.
Baca juga: Wawali Arya Wibawa Lepas Kontingen PMR PMI Kota Denpasar Ikuti Jumbara V Tingkat Provinsi Bali
“Mereka bekerja sebagai terapis, waiter, dan housekeeping. Terapis sebanyak 1.461 orang, waiter (pelayanan restoran) jumlah 943 orang dan housekeeping sebanyak 415 orang,” jelasnya, Rabu 23 Juli 2025.
Sementara berdasarkan kabupaten/kota, warga yang banyak memilih kerja ke luar negeri yakni berasal dari Kabupaten Buleleng jumlahnya 1.434.
Kemudian Kabupaten Karangasem sebanyak 736, dan Kabupaten Bangli berjumlah 593.
“Jumlah penempatan berdasarkan Kabupaten/Kota dari bulan Januari 2025 hingga Juni 2025 sebanyak 5.631 dari sembilan kabupaten/kota,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Bali Fraksi Demokrat-NasDem menyoroti anomali di kalangan anak-anak muda di Bali yakni Bali sebagai daerah tujuan wisata, yang banyak didatangi pekerja dari luar Bali.
Namun anak-anak muda dari Bali banyak yang keluar Bali mencari pekerjaan bidang pariwisata khususnya di luar negeri.
Untuk itu Fraksi Partai Demokrat-Nasdem, disampaikan I Gusti Ayu Mas Sumatri meminta Gubernur Bali Wayan Koster supaya harus hadir untuk mengatasi fenomena di mana anak-anak muda yang mencari pekerjaan ke luar negeri.
“Sehingga di desa hanya tinggal orang-orang tua saja yang melaksanakan kewajiban ngemong agama, adat dan budaya, padahal pariwisata Bali adalah bertumpu pada Agama Hindu, Adat dan Budaya Bali,” terangnya.
Selanjutnya, pemerintah diminta mengevaluasi UMR supaya anak-anak muda Bali bekerja di Bali.
Fraksi Demokrat-NasDem mendorong sektor swasta untuk meningkatkan perekonomian dalam bidang-bidang tertentu, sehingga dengan demikian diharapkan bisa melaksanakan ketentuan pemberian upah sesuai dengan UMR. (sar)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.