Berita Denpasar
Penumpang Per Hari Capai 7 Ribu, Upayakan Pengelolaan Pelabuhan Sanur Segera Serahkan ke Denpasar
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengaku pihaknya telah bertemu dengan Dirjen Perhubungan Laut.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sesuai regulasi, sebagai pelabuhan pengumpan lokal, Pelabuhan Sanur harusnya dikelola Pemkot Denpasar. Akan tetapi, sampai saat ini, pelabuhan yang berada di Pantai Matahari Terbit ini masih dikelola pusat.
Terkait hal itu, Pemkot Denpasar terus berupaya agar pengelolaan pelabuhan ini bisa dilakukan oleh Denpasar. Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengaku pihaknya telah bertemu dengan Dirjen Perhubungan Laut.
"Baru beberapa hari lalu dan akan dilanjutkan ke Pak Menteri. Astungkara apa yang jadi rencana awal pembangunan bisa terlaksana," kata Sriawan, Kamis (24/7).
Baca juga: GA & WA Berhenti sebagai PPPK, Dinilai Timbulkan Kegaduhan Pasca Mencuatnya Dugaan Perselingkuhan!
Baca juga: Operasional Kampung Kuliner Serangan Ditunda, Disebabkan Kondisi Air Tanah Asin dan Masalah Kanopi
Apalagi lahan yang digunakan untuk pembangunan dulunya digunakan sebagai tempat upacara melasti dan upacara agama. Dan sebagian juga tempat bagi nelayan untuk melaut.
"Yang rumah nelayan sudah diganti cepat. Tinggal upacara agama. Itu dari sisi budaya, adat dan tradisi," paparnya.
Dari segi transportasi, ia berharap secepatnya bisa dikelola oleh Pemkot Denpasar sesuai regulasi yang ada. Sriawan menyebut, Gubernur Bali sudah memberikan rekomendasi Walikota dan menyampaikan ke Dirjen dan Menteri Perhubungan bahwa pengelolaan diserahkan ke Pemkot.
Untuk targetnya, ia berharap bisa dilakukan sebelum Hari Perhubungan pada 17 September. "Mudah-mudahan saat Hari Perhubungan, Pak Menteri bisa menyerahkan," imbuhnya.
Terkait potensi ekonomi, Sriawan menyebut dalam sehari rata-rata ada 7 ribu penumpang. Selain itu, kondisi ini juga memberikan dampak bagi wilayah setempat termasuk desa adat dan ekonomi kawasan makin berkembang.
Pihaknya juga sudah membuat skema pengaturan keberangkatan agar tidak menimbulkan kemacetan.
"Sudah dengan Pak Wali dan Pak Gubernur bertemu KSOP untuk membantu mengatasi kemacetan. Beberapa keberangkatan bisa diintegrasikan dengan beberapa dermaga di sekitarnya," imbuhnya.
Menurutnya, keberangkatan dari Denpasar kebanyakan menggunakan pola one day trip, sehingga kebanyakan penumpang berangkat pagi dan kembali sore hari.
"Sehingga bagaimana memfasilitasi wisatawan ini bisa berangkat pagi dan kembali sore. Jadi bagaimana kita atur keberangkatan dan kedatangan kapal dan kurangi kemacetan di darat," paparnya. (sup)
| 26 WNA Diduga Disekap di Kedonganan Gunakan Visa Turis, Tindak Pidana Masih Berproses |
|
|---|
| Siswa Diperbolehkan Pilih 3 Sekolah pada Jalur Domisili dan Afirmasi SPMB SMP 2026 di Denpasar |
|
|---|
| 4 Pembuang Sampah di Pinggir Jalanan Denpasar Ditipiring, Pembuang Limbah Didanda Rp 300 Ribu |
|
|---|
| Polresta Denpasar: 26 WNA Yang Diduga Disekap di Kedonganan Langgar Aturan Administratif |
|
|---|
| Siswa Bisa Pilih 3 Sekolah pada Jalur Domisili dan Afirmasi SPMB SMP 2026 di Denpasar Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Penumpang-Per-Hari-7-Ribu-Denpasar-Bali-Upayakan-Pengelolaan-Pelabuhan-Sanur.jpg)