Ibu-ibu PKK Lokapaksa Buleleng Antusias Latihan Mengolah Ikan, Program Udayana Mengabdi
Selain kaya gizi, produk ini juga memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat dipasarkan dalam berbagai skala, baik lokal maupun digital.
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Mahasiswa KKN Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Program Udayana Mengabdi (PUM), sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar daerah pesisir dengan potensi perikanan tinggi.
Kali ini, kegiatan PUM dilaksanakan di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, dengan tema “Pemberdayaan PKK dalam Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan untuk Mendukung Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga”.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 2 Agustus 2025 ini disambut antusias oleh lebih dari 50 peserta.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lokapaksa, Bapak Putu Dodik Tryana, perangkat desa, ibu-ibu PKK, dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Udayana yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan teknis kegiatan.
Dalam sambutannya, kepala desa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan program ini dan berharap agar kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung potensi lokal, terutama dalam sektor perikanan dan pemberdayaan perempuan desa.
Sesi pelatihan dibuka dengan pemaparan materi oleh Bapak I Wayan Darya Kartika, S.Pi., M.Si., yang memperkenalkan pemanfaatan daun kelor sebagai pewarna alami dalam produk olahan perikanan.
Ia menjelaskan bahwa daun kelor, yang tumbuh subur di lingkungan Desa Lokapaksa, memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.
“Daun kelor dapat digunakan untuk memperkaya nutrisi pada makanan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting pada anak-anak,” jelasnya.
Inovasi pemanfaatan bahan lokal ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan produk makanan sehat dan bernilai jual.
Selanjutnya, Ibu Ade Rizky Sartika, S.Pd., memandu pelatihan praktis pembuatan produk olahan berbasis ikan seperti bakso ikan, nugget ikan, tahu ikan, dan panada.
Produk-produk tersebut dirancang agar dapat diproduksi dengan peralatan rumah tangga sederhana, sehingga memudahkan ibu-ibu PKK untuk mengimplementasikannya sebagai usaha rumahan.
Selain kaya gizi, produk ini juga memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat dipasarkan dalam berbagai skala, baik lokal maupun digital.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga menekankan pentingnya penguatan aspek bisnis.
Tim pengabdi membantu peserta dalam membangun merek dagang (branding), merancang kemasan produk yang menarik dan higienis, serta memperkenalkan strategi pemasaran digital seperti pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce.
Beberapa peserta bahkan telah berhasil merancang prototype label produk mereka sendiri dengan antusias.
| BULE Berulah di Bali, WNA Kanada Rusak Gerbang dan Pintu Rumah Warga di Buleleng, Ini Masalahnya! |
|
|---|
| PERTAMINA Tambah Pasokan 147 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Bali |
|
|---|
| Dibeli Rp162, 4 Juta, Cetak Sapi Jumbo Langganan Presiden, Pelihara di Kandang Sederhana di Buleleng |
|
|---|
| Arti Mimpi Bertemu Orang yang Sama Berulang Kali Menurut Hindu Bali |
|
|---|
| KRITIK Pedas Jansen, Soroti Fair Play Insiden Kopitovic, Suarakan Pentingnya Nilai Sportivitas! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kkn-unud-di-lokapaksa.jpg)